Indralaya, KRsumsel.com – Ketua DPD Jakor Kabupaten Ogan ilir Ardi wiranata SH menyoroti soal ketersedian stok obat di RSUD Tanjung senai Ogan ilir yang sering kosong sehingga beberapa pasien BPJS diharuskan beli obat di luar.
Ardi menyampaikan, bahwa pihaknya sering medengar keluhan dari masyarakat khususnya pengguna fasilitas kesehatan BPJS kesehatan, yang mengatakan bahwa ketika berobat ke RSUD Tanjung senai, pihak rumah sakit terkadang mengatakan bahwa obat habis sehingga pasien disuruh membeli ke luar.
Hal tersebut menurutnya tentu sangat disayangkan, mengingat sesuai ketentuan yang berlaku, peserta BPJS berhak untuk mendapatkan fasilitas kesehatan lengkap, seperti fasilitas tempat rawat inap, obat, perawatan serta fasilitas lainnya.
Baca juga: Dea Annisa Ngaku Punya Calon Suami, Mohon Doa Segera Nikah
“Kami sering mendengar keluhan masyarakat pengguna BPJS, mereka kadang-kadang saat menebus obat di rumah sakit kosong sehingga disarankan beli di luar, sementara dalam ketentuan yang namanya BPJS itu satu paket, baik obat, rawat inap, dokter serta perawatnya jadi sudah satu paket itu, tidak ada lagi kewajiban bagi kita mengeluarkan uang,” katanya tegas.
Bahkan yang lebih mirisnya lagi tutur Ardi, pasien yang diminta membeli obat di luar terpaksa menggunakan uang pribadi tanpa ada ganti rugi dari pihak rumah sakit.
Sementara seperti yang kita ketahui pada tahun 2025 ini Pemerintah Kabupaten Ogan ilir telah menganggarkan untuk belanja obat obatan di RSUD itu sendiri, diangka Rp 4miliar, sangat fantastis, tapi kenapa persediaan obat sering mengalami kekosongan, tentunya hal ini harus menjadi perhatian kita semua.
Oleh karena itu Ardi berharap, masalah ini juga harus menjadi perhatian pemerintah daerah, terlebih ini juga harus menjadi bahan evaluasi serta catatan bagi pemerintah Kabupaten Ogan ilir.
Ke depannya pemerintah daerah bisa lebih berhati-hati lagi, terutama dalam penganggaran agar lebih efisien dan tepat sasaran, sehingga realisasinya bermanfaat bagi masyarakat.(rul)
















