Tiga Sekolah di PALI Siap Ikuti Penilaian Adiwiyata

oleh

PALI, KRSUMSEL.COM – Tiga sekolah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diusulkan menjadi Sekolah Adiwiyata, sebagai sekolah peduli lingkungan sehat, bersih dan lingkungan indah.

Tiga sekolah tersebut, yakni SD Negeri 7 Talang Ubi, SD Negeri 6 Talang Ubi dan SD Negeri 5 Talang Ubi.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PALI tahun ini mengusulkan 5 sekolah yang terdiri dari empat SD, satu SMP, tiga SD tingkat kabupaten, dua SD dan SMP Ke tingkat provinsi yang akan diusulkan untuk mendapat predikat Adiwiyata nantinya.

Diketahui, program Adiwiyata ini untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup.

Program tersebut diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan menuju lingkungan yang sehat, serta menghindari dampak lingkungan yang negatif.

Kepala SD Negeri 7 Talang Ubi Rina Yuliana mengatakan, sekolahnya baru pertama kali mengikuti penilaian sekolah Adiwiyata. Sehingga ia berharap, hasil penilaian dari dewan juri objektif dan sesuai dengan harapan.

“Tentunya masih banyak kekurangan dalam penilaian nantinya karena pertama kali. Tapi, kami siap untuk memperbaiki dan membuat SD Negeri 7 Talang Ubi menjadi sekolah yang ramah lingkungan,” ungkap Selasa (7/11).

Ia juga meminta peran serta seluruh dewan guru, siswa-siswi, serta wali murid agar turut membantu menjadikan SD Negeri 7 Talang Ubi menjadi sekolah Adiwiyata dan bisa mewakili Kabupaten PALI di tingkat yang lebih tinggi.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 6 Talang Ubi Setiawati mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan tahapan penilaian sejak lama, agar sekolahnya menjadi sekolah Adiwiyata agar nantinya bisa mewakili Kabupaten PALI di tingkat Sumsel.

Bahkan, dengan adanya penilaian di sekolahnya bisa lebih baik lagi dan ramah lingkungan ke depannya, bagi semua anak didik dan guru di sekolahnya yang selalu sadar akan kebersihan lingkungan sekolah.

“Kami hanya memiliki semangat untuk membawa sekolah ini menjadi lebih baik. Bantuan datang, tidak hanya dari para murid, tapi juga wali murid. Mudah-mudahan kekompakan sekolah ini terus terjaga dalam kecintaannya berharap keberhasilan lingkungan,” harapnya.

Terpisah Kepala SD Negeri 5 Talang Ubi Amir Hamza mengatakan, optimis sekolahnya menjadi sekolah Adiwiyata, apalagi sekolahnya sudah pernah mengikuti dan menjadi sekolah Adiwiyata pada tahun 2010 yang masih bergabung di Kabupaten Muara Enim.

“Kami sudah pernah mengikuti dan menjadi sekolah Adiwiyata pada tahun 2010 yang masih bergabung di Kabupaten Muara Enim,” ujarnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI Bakrin mengatakan, penilaian sekolah Adiwiyata di Kabupaten PALI sudah dua kali dilaksanakan, yang pertama pada tahun 2021 yang diikuti dua sekolah SD dan SMP dan tahun ini diikuti oleh tiga Sekolah Dasar.

Dari beberapa sekolah yang diusulkan untuk dinilai, hanya tiga Sekolah yang siap, yakni SD Negeri 5, SD Negeri 6, dan SD 7 Negeri Talang Ubi yang sanggup menyelesaikan tahapan administrasi agar bisa mengikuti tahapan penilaian sekolah Adiwiyata.

Untuk tim penilai, dibeberkannya, merupakan gabungan dari akademisi, Lembaga Swadaya atau Organisasi Profesi, Serikat Media Saiber Indonesia (SMSI), Kementerian Agama Kabupaten PALI, tim teknis DLH serta Dinas Pendidikan Kabupaten PALI.

“Jadi dengan adanya program Adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah dapat menyadari jika lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh. Kepada sekolah yang sudah dinilai, supaya semakin meningkatkan kesadaran terhadap ramah lingkungan.” harapnya

Masih kata Bakrin, dirinya berharap tahun depan Dinas Pendidikan Kabupaten PALI agar menggedor semu sekolah SD dan SMP yang ada di Kabupaten PALI, agar bisa ikut menjadi peserta sebagai sekolah Adiwiyata.