Krsumsel.com – Gerakan 1.000 Buku untuk santri dan anak yatim yang dihadirkan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat kini hadir dan hal itu sebagai upaya meningkat minat dan budaya membaca bagi generasi muda.
“Gerakan 1.000 Buku ini merupakan wujud kepedulian seluruh karyawan PLN UID Kalbar terhadap perkembangan minat baca anak khususnya para santri dan anak yatim,”ujar Senior Manager Distribusi PLN UID Kalbar Muhamad Chaliq Fadli di Pontianak, Jumat (7/4).
Menurutnya, buku merupakan jendela ilmu. Untuk itu budaya membaca harus terus ditumbuhkan di tengah-tengah masyarakat. Untuk meningkatkan membaca tentu membutuhkan buku.
“Apa yang kita dapatkan dari perusahaan yang berupa penghasilan bulanan patut kita syukuri. Untuk itu wajib hukumnya bagi kita untuk menyalurkan sebagian penghasilan yang kita dapatkan melalui berbagai kegiatan sosial, salah satunya kegiatan berbagi manfaat ilmu lewat program ini,”ujar Muhamad Chaliq.
Ia juga menuturkan, Gerakan 1.000 Buku juga merupakan bagian dari program yang wajib diikuti oleh seluruh karyawan PLN UID Kalbar. Buku-buku yang disumbangkan adalah yang jenisnya berupa ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, seni dan budaya, dan lain-lain.
Dijelaskannya, program ini serentak dilaksanakan oleh seluruh unit layanan PLN UID Kalbar. Buku yang terkumpul nantinya disalurkan di beberapa pondok pesantren dan panti asuhan yang ada di Kalbar.
“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat memberikan manfaat berbagi ilmu bagi anak-anak usia sekolah, khususnya para santri dan anak yatim. Semoga kegiatan ini dapat memberikan keberkahan bagi kita semua,”kata Muhamad Chaliq.(net)













