Pergilah ke Naples dan Rasakan Kekalahan:Kebangkitan Napoli dan Keterpurukan Juventus

oleh
oleh
Liga Italia
banner DPRD OKI

Krsumsel.com Tim asal Naples itu, hingga berita ini turun, telah memenangi 17 dari 20 pertandingan di Liga Italia musim ini. Bahkan pelatih AS Roma, Jose Mourinho, sudah memberikan selamat kepada tim berjulukan Il Partenopei tersebut atas gelar Scudetto Serie A 2022/2023.

Ini hampir belum pernah terjadi sebelumnya karena hanya 20 pertandingan yang telah dimainkan musim ini dan masih ada 18 pertandingan lagi, Napoli memimpin di puncak klasemen Liga Italia dengan perbedaan 13 poin dari peringkat kedua, Inter Milan. Rasanya tidaklah terlalu dini jika mengatakan bahwa Victor Osimhen dkk. telah bangkit dan bakal meraih titel Serie A setelah ‘tertidur’ sejak 1990.

Tidak dapat disangkal Napoli adalah tim yang paling menarik untuk ditonton akhir-akhir ini, memainkan sepak bola berpola menyerang yang telah menghasilkan 48 gol sejauh ini. Mereka juga satu-satunya tim yang relatif paling stabil di antara 19 tim lainnya. AC Milan sang juara bertahan, di sisi lain, malah makin terpuruk setelah dibantai Lazio 0-4 dan Sassuolo 2-5.

Inter Milan, sementara itu, masih suka ceroboh dan baru-baru ini kalah 0-1 di kandang dari Empoli. Mereka bangkit kembali dengan kemenangan di Cremonese, tapi mereka bukan Inter dua tahun lalu. Mereka telah kehilangan terlalu banyak pertandingan dan mungkin membutuhkan banyak peningkatkan di area defensif.

Juventus yang mendominasi Liga Italia dalam 10-15 tahun terakhir tak lebih baik. Malah, Si Nyonya Tua tampaknya makin rapuh menyusul sanksi pengurangan 15 poin. Napoli, tim yang berlokasi di Naples, menjadi kontestan paling ditakuti di Serie A saat ini, bahkan juga di Eropa.

Musim yang Aneh, Suporter Loyal, Tim Liga Italia Bangkit
Ini adalah musim yang aneh di Italia. Masyarakat Negeri Pizza, selain mengucapkan selamat tinggal kepada legenda sepak bola di Gianluca Vialli, juga absen melihat tim nasional absen dari Piala Dunia kedua berturut-turut. Sampdoria, klub tempat Vialli memenangkan scudetto pada 1991, berada dalam masalah keuangan serius dan terancam bangkrut. Mereka juga berjuang di Serie A, bersama Hellas Verona dan Cremonese.

Selain itu, skandal kembali muncul di Italia, dengan Juventus menderita penalti 15 poin dan itu mungkin bisa menjadi lebih buruk. Untungnya, penonton tetap ‘setia’ karena statistik mencatat ada rata-rata 28.400 secara keseluruhan. AC Milan dan Inter Milan rata-rata total mengumpulkan 72.000 lebih penonton di kedua klub Milan.

Sementara itu, AS Roma dan Lazio punya rata-rata lebih dari 60.000 di Roma. Napoli mendapatkan hampir 41.000 di pertandingan kandang mereka, yang mana jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di antara 19 kontestan lainnya.