Lini Tengah Liverpool Bolong, Jurgen Klopp Ingin Boyong Gelandang

oleh
oleh
051568200_1659809189-000_32G44U2
banner DPRD OKI

Jakarta, krsumsel.com – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mempertimbangkan merekrut gelandang menyusul keroposnya sektor lini tengah.

Dalam pernyataan Klopp kepada Sky Sports, Klopp secara spesifik mengatakan memerlukan seorang gelandang tengah baru. Ini untuk mengantisipasi barisan pemain tengahnya yang keburu absen di awal musim.

Sampai pekan ke-2 saja, Liverpool dipastikan sudah kehilangan empat pemain. Di antaranya Thiago Alcantara, Naby Keita, Curtis Jones, dan Alex Oxlade-Chamberlain.

Demi mengantisipasi ada kejadian yang tidak direncanakan saat kompetisi Liga Inggris 2022/2023 mulai sengit, Klopp berusaha mencari pemain tambahan untuk memperdalam skuadnya saat ini.

Cari Pemain yang Tepat

Klopp memberi petunjuk pergerakan Liverpool di sisa bursa transfer. The Reds tidak ingin asal membeli pemain, tetapi mencari pemain yang tepat dari segi kebutuhan tim dan finansial.

“Sangat mudah bagi kami untuk mendatangkan seorang gelandang, tapi tidak mudah untuk mendatangkan gelandang yang tepat,” jelas Klopp kepada Sky Sports.

“Jadi jika ada gelandang yang tepat, kami akan sana. Sekarang situasinya sedikit berubah.”

Tidak Cari Gelandang Jenis Baru

Klopp juga mengatakan bahwa dia tidak akan mencari gelandang jenis baru. Dengan kata lain, ia hanya akan mencari gelandang yang sesuai dengan tim untuk dimainkan sebagai pelapis.

“Bukannya kami menolak merekrut pemain jika mereka memiliki masalah dengan cedera. Ini musim yang berbeda dengan awal pra-musim, ketika semua orang mengatakan kepada saya bahwa kami membutuhkan gelandang baru – ini tentang jenis gelandang,” ucapnya,

“Dan ini adalah diskusi yang sama sekali berbeda – kami tidak membutuhkan gelandang jenis baru.”

Kesulitan yang Dihadapi

Klopp juga mengungkapkan masalah yang dihadapi pada di bursa transfer kali ini.

Ia merasa bahwa mendatangkan pemain yang tepat, sesuai dengan keinginannya tidak mudah. Sebab kontrak jangka panjang yang memagari para pemain.

“Itu karena ini tahun 2022 dan orang-orang memiliki kontrak selama empat, lima, enam tahun – dan itulah mengapa kami harus tenang dan menyelesaikan masalah dengan para pemain yang kami miliki.”(*)

SUMBER