Keluarga Ungkap Penyebab Meninggalnya Rima Melati

oleh -63 views

Jakarta, krsumsel.com – Aktris senior Rima Melati meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Kamis (23/6/2022) sore. Aditya Tumbuan selaku putra Rima Melati mengungkapkan kemungkinan penyebab sang ibunda meninggal dunia.
Sebelumnya, Rima Melati memiliki penyakit Ulkus dekubitus yang merupakan luka pada kulit dan jaringan di bawahnya akibat tekanan yang berkepanjangan pada kulit setelah berbaring terus-menerus.

Akibatnya, ia harus dilarikan ke rumah sakit karena infeksi tersebut membuatnya demam tinggi.

“Pertama kali masuk Ibu Rima terkena infeksi dari luka bagian belakang, punggung belakang, infeksi tersebut membuat ibu demam tinggi,” kata Aditya Tumbuan saat ditemui di rumah duka kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2022).

Saat dilarikan ke rumah sakit, barulah diketahui ada infeksi lain, seperti paru-paru yang mulai terendam air hingga menjalar ke ginjal.

“Lalu kita bawa ke RS langsung ke ICU di sana dirawat kira-kira dua minggu, ternyata ada infeksi lain yang istilahnya merambat dari infeksi pertama yaitu paru-parunya mulai kerendem air harus disedot, dari situ berturut-turut menjalar ke ginjal,” tutur Aditya Tumbuan.

Kemudian, ia berspekulasi ginjal akan mengalami masalah jika orang tersebut lama berada di rumah sakit dan juga minum obat-obatan yang membuat pada akhirnya orang tersebut harus melakukan cuci darah.

“Menurut saya, kita rasa ginjal itu suatu hal yang memang kalau pasien itu sudah lama di rumah sakit, minum obat, lama-lama mungkin efeknya ke ginjal. Dan dari situ ibu harus dilakukan cuci darah atau HD (Hemodialisa),” tutur Aditya Tumbuan.

Akibatnya, Rima Melati harus melakukan cuci darah hingga 7 kali dan kondisinya mulai stabil.

“Dan selama di RSPAD ini sudah dilakukan 7 kali. Hasilnya memang membuat ibu stabil, tapi kadang memang usia yang membuat ibu itu seperti berjuang,” ujar Aditya Tumbuan.

Namun tiba-tiba saat akan pindah ruangan, kondisinya tiba-tiba drop dan perawat yang datang menyatakan bahwa Rima Melati mengalami gagal jantung.

Sempat diberikan pertolongan pertama, namun di titik itu Aditya Tumbuan sudah ikhlas melepas sang ibunda.

“Jadi, ketika saya mau pindah, sepertinya ibu drop. Dokter langsung lari, perawat lari, bilang ke saya, ‘ibu gagal jantung’,” ucap Aditya Tumbuan.

“Akhirnya dilakukan pertolongan pertama. Di situ saya merasa bahwa memang sebaiknya ibu sudah saatnya untuk pergi,” pungkasnya.(ahs/mau)

 

 

 

SUMBER

KETERANGAN : Bagi yang ingin menayangkan ulang harap lampirkan Link hak cipta Sumber berita ini