“Soal ekonomi digital kita dihadapkan tantangan infrastruktur digital juga bagaimana mengubah kebiasaan masyarakat. Untuk itu perlu disosialisasikan,” terang Iskandar.
Sebelumnya terang Iskandar Pemkab OKI telah memberi teladan dengan mendigitalisasi transaksi pendapatan maupun pengeluaran pemerintah.
“Pembayaran pajak daerah, pembayaran PBB, retribusi perizinan, retribusi uji kendaraan bermotor juga belanja pemerintah sudah menerapkan transaksi digital” jelasnya.
Deputi Bank Indonesia Sumsel, Igede Arnawa mengatakan inisiasi Pemkab OKI bersama Bank Sumsel Babel sangat berarti dalam ekosistem ekonomi digital.
“Pasalnya, pengembangan ekonomi digital memang mesti dilakukan secara simultan dan saling bersinergi antar banyak pihak.
Di Provinsi Sumsel menurut Arnawa Kabupaten OKI termasuk daerah maju dalam penerapan ekonomi digital.
“Dengan capaian indeks digital mencapai 58,8 persen serta 421 ribu merchan telah melakukan transaksi digital. OKI sudah menjadi daerah maju dalam penerapan ekonomi digital” Terang dia.
Bank Indonesia menurut Arnawa mendorong setiap daerah segera mengimplementasi digitalisasi di pemerintahan maupun masyarakat.
“Tak cuma pelaku industri keuangan ataupun perbankan, tapi juga pemerintah sebagai pemangku kebijakan untuk memperkuat ekonomi digital,” ungkap dia.
Transparansi Retribusi dan Maksimalkan Pajak Daerah.
Selain mendukung ekosistem ekonomi digital, elektronifikasi transaksi di Kabupaten OKI juga untuk mendorong tranparansi dan memaksimalkan pendapatan daerah.


















