Membumikan Budaya Antikorupsi Melalui Pendidikan

oleh -

Penulis : Firli Bahuri

 

 

Jakarta, KRsumsel.com – Beberapa hari yang lalu, kita merayakan Hari Pendidikan Nasional, sebuah momen penting, salah satu hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, sejatinya tiap tahunnya selalu diperingati.

 

Perayaan Hardiknas seharusnya bukan sekedar seremoni, juga bukan sekedar untuk mengenang jasa pahlawan pendidikan dimasa lalu, tapi seyogyanya makna dan esensi atas pengorbanan besar para pahlawan bagi bangsa dan negara inilah yang harus dikapitalisasi menjadi nilai dan spirit perjuangan generasi saat ini.

 

Tidak sedikit tauladan dan nilai – nilai yang menjadi legacy dari kehidupan pahlawan pendidikan yang dapat kita gali, dari tekad kuat serta kerelaan luar biasa saat berjibaku membabat habis benih kebodohan yang disemai kaum penjajah pada ladang pemikiran bangsa Indonesia kala itu.

 

Kita semua sependapat bahwasanya

Ki Hadjar Dewantara telah memberikan banyak tauladan akan pentingnya pendidikan bagi kehidupan dan kemajuan bangsa ini.

 

Tokoh sekaligus Pahlawan Pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara berpesan, _”Tak ada hukuman yang lebih menyedihkan dari terpenjara kebodohan.”_

 

Kebodohan adalah pangkal kemiskinan yang sangat erat kaitannya dengan kemaksiatan atau kebatilan. Hanya pendidikanlah, hal-hal buruk tersebut dapat diberantas tuntas sampai ke akar-akarnya.

KETERANGAN : Bagi yang ingin menayangkan ulang harap lampirkan Link hak cipta Sumber berita ini