“Alhamdulillah, keseluruhan sample yang kita ambil, semua dalam kondisi negatif, karena kita juga telah melakukan pengawasan itu secara rutin, jadi begitu pedagang melihat petugas kita mereka langsung paham, termasuk efek jera bagi pedagang yang sebelumnya berbuat nakal,” imbuhnya.
Gustini berharap, lewat giat yang dilakukan tersebut, masyarakat bisa menjadi konsumen yang cerdas, sehingga masyarakat bisa lebih terlindungi dari bahan berbahaya, yang sering digunakan pada bahan pangan. “Tujuan akhirnya, tak lain untuk meningkatkan kualitas produksi panganan, dan memberikan rasa aman dalam mengkonsumsi bagi masyarakat kota pagaralam, agar tetap sehat dan selalu memelihara kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.( Ca )














