“Angka BOR secara nasional sudah 30 persen. Sementara untuk Sumsel mencapai 27 persen. Itu juga peringatan untuk Sumsel dan provinsi lain. Tapi Sumsel ini sangat siap untuk melakukan pencegahan tersebut. Kita terus menyiagakan tempat isolasi terpadu baik di wisma atlet maupun di asrama haji,” tuturnya.
Disisi lain, untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara online, Herman Deru sendiri memberikan kebijakan kepada sekolah untuk mengaturnya.
“Kita belum ada kebijakan untuk dilakukan secara online. Kita hargai keinginan orang tua, jika orang tua meminta untuk online silahkan lakukan. Yang penting KBM tidak terganggu,” paparnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta agar setiap daerah di Indonesia mengagresifkan pemberian vaksinasi kepada masyarakat.
“Sumsel, Lampung, Kalimantan Selatan penyebaran covid-19 sudah cukup kencang. Namun untuk Sumsel dan Lampung, rumah sakitnya sudah siaga. Upaya penanganan dan pencegahan harus terus dimasifkan agar tidak semakin meluas,” katanya.
Dia juga menyebut pemberian vaksinasi memang sangat penting, karena dari data 60-70 persen merekan yang terpapar belum melakukan vaksinasi secara lengkap.
Turut mendampingi Gubernur Herman Deru, Kepala BPBD Sumsel Iriansyah, Kepala Dinas Kesahatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy, dan sejumlah pejabat serta kepala OPD lainnya di lingkungan Pemprov Sumsel.(****)














