2022, Pekerjaan Fisik Harus Dipercepat, Jangan Sampai Ada Perpanjangan Waktu

oleh -

Muaraenim, KRSumsel – Setelah melihat keterlambatan beberapa pekerjaan program fisik pada 2021 lalu. Untuk 2022 ini, program fisik hendaknya dapat dipercepat, agar tidak ada lagi kegiatan program fisik terjadi keterlambatan.

 

Demikian diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Liono Basuki saat dibincangi media ini, pada Rabu (19/1/2022). “Kita berharap ya, kegiatan program fisik tahun 2022 ini bisa dipercepat. Jangan sampai, terjadi lagi keterlambatan pekerjaan seperti tahun 2021 kemarin yang saat ini masih diberi perpanjangan waktu,” ungkapnya.

 

Ia mengatakan, dengan percepatan kegiatan fisik, tentu pihak jasa kontruksi akan lebih maksimal lagi dalam melaksanakan kegiatan proyek fisik yang dikerjakannya. Dengan memanfaatkan waktu yang ada itu juga, tentu kualitas dan mutu suatu pekerjaan fisik dapat lebih baik lagi. Hal ini tentu sangat diharapkan bersama.

 

“Mudah-mudahan pada eksekutif dan OPD yang terkait untuk sesegara mungkin melaksanakan program-programnya ditahun ini,” harapnya.

 

Ditambahkan Liono Basuki, dengan program fisik cepat dilaksanakan dan selesai tepat waktu juga, maka bangunan tersebut bisa segera dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan kebutuhan. Sebaliknya, jika pembangunan tertunda, maka belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

 

Sementara itu, Kepala BAPPEDA Muara Enim Ir Mat Kasrun sebagai motor dalam rencana pembangunan menanggapi hal ini mengatakan, apa yang telah terjadi ditahaun 2021 kemarin yang sampai saat ini masih bekerja dengan perpanjangan waktu, untuk tidak terulang lagi.

 

“Jadi awal tahun segera dilelengkan. Jadi semua kepala OPD, untuk siapkan semuanya sekarang. Kalau bisa lelang lebih awal, pada April lelang fisik semuanya sudah terlelang semua,” tegas Mat Kasrun.

 

Sebab, kata Mat Kasrun, jika suatu pekerjaan fisik belum selesai, bukan rugi materiil, tetap rugi bangunan tersebut tidak bisa sesegera mungkin dimanfaatkan masyarakat. Yang seharusnya sudah bisa dimanfaatkan, jika tidak selesai tentu bangunan tersebut belum bisa dimanfaatkan masyarakat.

 

“Sekali saya tekankan kepada kepala OPD sesuai dengan perintah Pj Bupati untuk sesegera mungkin melakukan lelang. jangan sampai terulang lagi seperti tahun lalu,” tambahnya.

 

Sedangkan, untuk anggaran APBD-P, setiap untuk kegiatan fisik yang tidak dapat diselesaikan, tidak akan dikeluarkan. Karena waktu di akhir tahun sudah sangat pendek sekali. Untuk menghindari pekerjaan fisik yang tidak selesai.(ndi)

KETERANGAN : Bagi yang ingin menayangkan ulang harap lampirkan Link hak cipta Sumber berita ini