Begitu juga dengan aksi pencurian dengan kekerasan pada 2020 terjadi 226 kasus sementara pada 2021 hanya 85 kasus saja atau turun 62 persen. Setelah itu pencurian kendaraan bermotor pada 2020 sebanyak 903 kasus dan turun 49 persen pada 2021 menjadi sebanyak 457 kasus.
Selanjutnya kasus penipuan dari 446 kasus di 2020 menjadi 226 kasus sepanjang 2021 atau turun 40 persen dan kasus penggelapan dari 592 kasus di 2020 menjadi 350 kasus di 2021 atau turun 41 persen.
Selain itu persentase penyelesaian perkara tindak pidana justru naik 149,18 persen dibandingkan tahun 2020 hanya 91,28 persen.
“Ini membuktikan para penyidik sudah mulai profesional, dan fungsi kontrol juga berjalan dengan baik. Sehingga tidak ada perkara yang berhenti di tengah jalan atau tidak ada kejelasan,” kata dia.(Anjas)




