Anwar mengaku tidak terlalu kenal dengan orang-orang yang tinggal di rumah makan tersebut, namun mereka selalu bertegur sapa ketika bertemu. Beberapa dari mereka terlihat sering beribadah ke Masjid Noor Agung yang lokasinya berada di seberang jalan.
Selama ini tidak terlihat aktivitas mencurigakan di rumah makan tersebut. Oleh karena itulah, warga setempat tidak ada yang curiga dan tidak menyangka jika kemudian tetangga mereka itu merupakan terduga teroris.
Saat penggeledahan, Anwar tidak melihat secara langsung karena sedang ada urusan di luar. Hanya ada seorang karyawan perempuan yang menjaga tokonya. Namun karyawan tersebut juga langsung masuk ke dalam toko ketika melihat banyak mobil datang dan polisi keluar menggeledah rumah makan yang diduga menjadi tempat tinggal terduga teroris.
“Saat saya datang masih ada dua mobil, tapi kemudian langsung meninggalkan lokasi. Saya tidak tahu kalau itu penggeledahan, karena memang tidak ada warga yang melihat dari dekat,” kata Anwar.
Rahmat, seorang warga setempat lainnya mengaku juga tidak menyangka kejadian itu. Dia sering membeli makanan di rumah makan tersebut. Tidak ada hal yang mencurigakan atau mengarah pada kegiatan teroris.



