Selain itu, katanya, diharapkan kegiatan ini mampu menekan angka stunting, menurunkan angka kematian ibu, dan bayi.
“Materi yang diberikan mengenai pemenuhan zat besi, utamanya bagi remaja putri, pembagian tablet penambah darah, dan gerai konseling remaja,” katanya.
“Banyak remaja yang kekurangan zat besi karena mereka sedang tumbuh pesat sehingga para remaja harus mengonsumsi suplemen penambah darah sekali seminggu sebelum tidur dan setelah makan,” katanya.
Pemerintah berharap remaja sebagai penerus perjuangan pembangunan harus memiliki pengetahuan akan pentingnya mengonsumsi makanan penambah darah dan tidak kekurangan gizi.(Anjas)














