BTN Kejar Target Penyaluran KPR Non Subsidi Rp10,3 Triliun

oleh
Screenshot_2021-11-06-11-24-57-73_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

Menurut Suryanti, fitur GPM yang disematkan dalam KPR BTN Gaess for Millenials sangat tepat dimanfaatkan oleh para milenial yang memiliki perencanaan keuangan matang karena fitur tersebut sesuai dengan kondisi finansial dan tidak terlalu membebani kantong di mana pada dua tahun pertama cicilannya relatif ringan.

Adapun Fitur GPM yang diunggulkan antara lain suku bunga promo lebih rendah dan diperhitungkan secara berjenjang yaitu sebesar 4,75 persen selama dua tahun pertama pinjaman, dibandingkan dengan KPR biasa yang menggunakan skema fix and cap (bunga naik 1 persen tiap tahun selama 3 tahun pertama), sehingga besar angsuran GPM lebih rendah dibanding angsuran KPR reguler pada awal masa kredit.

Setelah itu pembayaran angsuran akan meningkat secara stabil sesuai dengan asumsi kenaikan penghasilan calon debitur setiap tahunnya.

Adapun untuk dapat mengajukan aplikasi KPR BTN Gaess for Millenials dengan fitur GPM tersebut, nasabah harus memenuhi sejumlah syarat, di antaranya berusia 21-35 tahun, memiliki pekerjaan dan status sebagai karyawan tetap dengan penghasilan tetap.

Dengan penambahan fitur anyar pada KPR BTN Gaess For Millenial, Suryanti berharap Bank BTN menjadi pilihan utama para millenial ketika ingin membeli rumah.

Bank BTN sendiri tahun ini menargetkan pertumbuhan KPR non subsidi di atas Rp10,3 triliun. Adapun realisasi KPR BTN Gaess For Millenial sejak 2019 sampai dengan September 2021 telah mencapai Rp15,2 triliun.(Anjas)