“Salah satu contohnya adalah hutan yang terjaga di Halimun Salak akan menyelamatkan macan tutul yang merupakan top predator di situ, terkait rantai makanan yang terjaga sehingga sampai mikroba pun akan terjaga. Mikroba di Halimun Salak ternyata punya manfaat membantu pertanian masyarakat seperti untuk mempercepat pertumbuhan akar tanaman pertanian, jadi keberadaan hutan yang lestari ini banyak sekali manfaatnya,” katanya.
Tidak hanya itu, Wiranto juga menegaskan kontribusi kawasan konservasi dalam pengendalian perubahan iklim. Indonesia telah mentargetkan FoLU Net Sink selambat-lambatnya 2030 dan Net Zero Emissio pada 2060 atau lebih cepat.
Menurutnya, kawasan konservasi juga menjadi salah satu yang mendukung pencapaian target tersebut.
Kondisi hutan konservasi yang terjaga dengan baik akan mendorong penyerapan dan penyimpanan karbon, juga panas bumi yang terdapat di dalam kawasan konservasi menjadi energi bersih yang penting dalam pengendalian perubahan iklim.(Anjas)














