Upaya tersebut, ungkap dia, dilakukan sebagai antisipasi kembali merebaknya kasus COVID-19 di Cianjur dan sebagai upaya menekan kasus saat digelarnya seleksi CPNS dan PPPK.
“Hingga saat ini, pemkab sudah melakukan 30 ribu tracing COVID-19 dengan positif rate hanya 0,5 persen, terlebih saat ini, kami sedang mengejar target PPKM level 1 untuk pekan ini, sehingga berbagai persyaratan akan dilakukan,” katanya.
Sejumlah peserta seleksi CPNS di Cianjur, mengatakan sangat terbantu dengan pemberikan tes usap atingen gratis yang diberikan pemerintah daerah, sehingga dapat menekan pengeluaran mereka sebelum menjalani seleksi.
“Setidaknya mengurangi pengeluaran karena kalau tes usap antigen umum, harganya cukup menguras dompet. Setidkanya kami sudah membantu agar Cianjur dapat masuk ke PPKM level 1 dan berbagai kegiatan dapat kembali digelar normal,” kata Nuraeni peserta CPNS dari Kecamatan Cipanas.(anjas)














