Jakarta, KRsumsel.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika mengungkapkan masih tingginya kepercayaan investor terhadap kinerja BUMN tersebut yang solid di tengah pandemi COVID-19 dan terus bertumbuh di masa yang akan datang.
Hal itu dinyatakan Direktur Keuangan Wika A Ade Wahyu terkait keberhasilan perusahaan mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribe) sebanyak 2,3 kali dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021.
“Melalui dana Obligasi yang diperoleh, perusahaan mampu untuk melakukan debt profiling, dimana pinjaman jangka pendek perusahaan diubah menjadi pinjaman jangka panjang sehingga rasio hutang perusahaan tetap dalam kondisi sehat,” ujar Ade Wahyu dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Dari penawaran tersebut, Perseroan mampu menghimpun total dana sebesar Rp2,5 triliun yang terdiri dari Obligasi sebesar Rp1,75 Triliun dan sukuk sebesar Rp750 Miliar.
Langkah debt profiling ini juga diambil sejalan dengan karakteristik proyek Wika yang mayoritas merupakan proyek multiyears.
Sejalan dengan itu, dana yang didapat dari Sukuk akan digunakan untuk modal kerja proyek infrastruktur dan gedung yang sesuai dengan prinsip syariah di pasar modal.














