Ambon, KRsumsel.com – Harga cengkeh di Kota Ambon, Maluku, berfluktuasi hingga Rp90 ribu (sekitar US$6,2) per kg pada akhir Agustus 2021, dipengaruhi oleh gejolak permintaan di pasar induk di Surabaya, Jawa Timur. .
Evi, pedagang cengkeh lokal di Jalan Setia Budi, Ambon, mengatakan fluktuasi harga cengkeh di Surabaya menjadi penyebab perubahan harga di Maluku. Dia menginformasikan, harga komoditas tersebut saat ini mencapai Rp90 ribu, naik dari harga sebelumnya Rp87 ribu (sekitar US$6) per kg.
Dia menyoroti ketidakpuasan sesama petani atas perubahan harga komoditas dalam dua bulan terakhir, namun mereka tidak berdaya, karena harga sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar di pasar Surabaya.
“Harga cengkeh naik dalam tiga hari terakhir, naik menjadi Rp90 ribu, dari Rp87 ribu. Pada pertengahan Juli, harga juga naik menjadi Rp105 ribu (sekitar US$7,2) untuk satu kg sebelum terus turun di Agustus,” ungkap Evi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Maluku Elvis Patiselano mengakui harga cengkeh Maluku bergantung pada pasar Surabaya meskipun daerah tersebut merupakan penghasil utama cengkeh.
Dia menyatakan, pemerintah daerah tidak bisa mengendalikan harga, karena sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar. Kewenangan daerah dalam pengendalian harga hanya terbatas pada komoditas pokok dan strategis, seperti beras dan gula, tambahnya.
“Harga suatu komoditas ditentukan oleh interaksi penjual dan pembeli. Pemerintah tidak bisa menetapkan harga jual komoditas secara sepihak, kecuali untuk komoditas pokok dan strategis yang bisa kita tentukan harga eceran tertingginya,” kata Patiselano.
Selain cengkeh, dia mencatat beberapa komoditas juga terkena dampak fluktuasi harga belakangan ini. Harga kopra turun menjadi Rp11 ribu (sekitar US$0,7) per kg, sedangkan harga pala bulat berfluktuasi pada kisaran harga Rp85-95 ribu (sekitar US$5,8-6,5) per kg.
Meski ada fluktuasi harga di beberapa komoditas, Patiselano juga menyoroti harga pala tetap stabil di Rp240 ribu (sekitar US$16,5) per kg, sedangkan harga biji kakao tidak berubah di Rp29 ribu (sekitar US$2) per kg.(Anjas)













