RS Siloam Sriwijaya Serakan Permasalah Perawatnya ke Polisi

oleh
IMG-20210416-WA0014

PALEMBANG, KRSumsel.com – Manajemen Rumah Sakit Siloam Sriwijaya angkat bicara. Kasus yang menimpa perawat nya, sepenuhnya diserahkan ke polisi. Namun tidak menutup kemungkinan pihaknya juga membuka peluang mediasi damai atas kasus pemukulan salah satu perawatnya, Christina Ramauli S (27) oleh pihak keluarga pasien berinisial JT.

Hal tertersebut langsung diucap oleh Direktur RS Siloam Sriwijaya dr Bona Fernando, kepada awak media saat konfrensi pers, Jumat (16/4/2021) malam.

Bona mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus tersebut pada porses hukum. Lantaran, semua prosedur dan kronologisnya oleh saksi-saksi sudah dilaporkan SPKT Polrestabes Palembang. “Namun kalau nanti setelah ada laporan atau pemanggilan polisi ke pelaku lalu pelaku datang dan meminta maaf. Dan, perawat bersedia memaafkan apa salahnya,” kata Bona.

Ia menyampaikan, kondisi korban sekarang secara psikis sudah membaik, sekalipun masih mengalami luka memar dibagian tubuhnya. Dan masih mendapatkan perawatan intensif. “Tidak ada luka robek tapi ada sedikit memar. Sekarang korban sedang menjalani proses perawatan di medical rehabilitation RS Siloam. Untuk memulihkan secara keseluruhan kondisi korban,” imbuhnya didampingi Direktur Keperawatan RS Siloam Sriwijaya,dr Tata.

Secara garis besar, Bona menekankan, manajemen sangat menyayangkan peristiwa tersebut terjadi. Sekaligus mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak terhadap kasus tersebut”ucapnya. (Kiki)