Penampilan Jula Juli MA-Mujiaman Presentasikan Karakter Warga Surabaya

oleh

Surabaya, KRsumsel.com – Sosiolog politik Universitas Negeri Surabaya Agus Mahfud Fauzi menilai penampilan seni kidungan Jula Juli Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Machfud Arifin (MA)-Mujiaman dalam deklarasi kampanye damai presentasikan karakter warga asli Surabaya.

“Salah satu cara ampuh meraih simpati publik adalah dengan menunjukkan adanya kesamaan ego dan budaya. Kalau sudah begitu, ‘kan perasaan dekat jadi muncul,” kata Agus Mahfud di Surabaya, Minggu.

Sebelumnya, KPU setempat menggelar Parade Kesenian dan Deklarasi Kampanye Damai menjelang Pilkada 2020 di Singgasana Surabaya, Sabtu (26/9) malam.

Acara tersebut dihadiri paslon dengan nomor urut 2 Machfud Arifin dan Mujiaman. Paslon nomor urut 1 dihadiri Cawawali Surabaya Armuji, sedangkan Cawali Eri Cahyadi berhalangan hadir.

Kesenian kidungan Jula Juli dibawakan langsung Cawawali Mujiaman, sedangkan Cawawali Armuji melakukan orasi dan menyanyikan lagu-lagu kampanye dengan diiringi kelompok pengamen jalanan.

Pemilihan Jula Juli, menurut Agus Mahfud, mendapatkan perhatian tersendiri.

“Jula juli itu, ya, warga Surabaya itu, terbuka, origina,l dan tidak dibuat-buat. Jula Juli itu juga wujud dari ceplas-ceplosnya warga Surabaya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Sejahtera Initiatives Eko Ernada berpendapat bahwa ketidakhadiran Eri Cahyadi bisa menimbulkan spekulasi terkait dengan kondisi kesehatannya.

“Ini ‘kan lagi masa pandemi, ya. Jadi, sangat mungkin jadi bersepekulasi, apakah ini terkait dengan COVID-19 atau tidak. Namun, terlepas dari itu ketidakhadiran itu menunjukkan tidak menghargai proses demokrasi yang sedang berjalan,” ujar Eko.

Menurut dia, Eri Cahyadi harus menjelaskan terkait alasan ketidakhadirannya secara jelas kepada publik.

“Tidak hanya kepada anggota KPU, tetapi juga kepada publik. Ini untuk menunjukkan dia punya komitmen. Kalau tidak, dan cuek-cuek aja, ya, masyarakat bisa menilai, dan sangat disayangkan jika tidak hadir,” katanya.

Menghargai itu, kata dia, antara lain mengikuti rangkaian demokrasi yang berlangsung. Selain itu, wujud menghargai juga bagian dari komitmen paslon dalam mengikuti proses demokrasi, sesuai aturan yang ada.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya Nur Syamsi memastikan jika pihaknya telah mengundang dua pasangan calon untuk hadir acara Parade Kesenian dan Deklarasi Kampanye Damai. (Anjas)