Pukulan dari baseline yang dilancarkan tanpa henti oleh Djokovic mematahkan servis Schwartzman pada game ke-12 untuk merebut set pertama sekalipun melakukan 18 kesalahan sendiri.
Schwartzman yang menumbangkan juara bertahan Rafa Nadal dalam perempatfinal, kembali mengonversi break point pada awal set kedua namun Djokovic segera meresponnya.
Unggulan utama itu meningkatkan intensitasnya untuk dua kali mematahkan servis Schwartzman sebelum melepaskan servisnya sendiri dengan nyaman untuk memastikan kemenangan dengan menutupnya dari drop shot.
“Ini pekan yang hebat, pekan yang sangat menantang,” kata Djokovic seperti dikutip Reuters. “Saya menemukan permainan terbaik saya ketika saya sangat menginginkannya.”
Kemenangan ini membuat Djokovic menjadi yang terdepan dalam daftar juara tersering Masters 1000 atau satu gelar lebih banyak dari Nadal. Kemenangan ini juga menjadi bekal sempurna untuk menjalani Prancis Terbuka (French Open) pekan depan.
“Kini kita mengalihkan perhatian ke Paris dan saya tak bisa mengharapkan turnamen lebih baik lagi di sini di Roma,” kata petenis berusia 33 tahun yang menjadi tunggal putra paling tua yang menjuarai turnamen di Italia ini.
Menuju Roland Garros, Djokovic sudah memenangkan 31 dari 32 pertandingannya musim ini, dan akan menjadi favorit selain Nadal yang 13 kali juara di sana dan juara US Open Dominic Thiem. (Anjas)














