Wamena, KRsumsel.com – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, menyatakan belum ada laporan resmi terkait pelajar yang tinggal di asrama kekurangan bahan pangan berupa beras.
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Kamis, mengakui saat ini tidak ada lagi bantuan beras untuk pelajar yang tinggal di sekolah berpola asrama dan panti asuhan.
“Belum pernah ada surat yang masuk dari pengelola asrama terkait kekurangan bahan makanan. Dahulu waktu ada beras rastra, itu kita bagi kepada sekolah berpola asrama, panti asuhan semua mendapat, tetapi sejak rastra ditarik, semua tidak dapat lagi,” katanya.
Menurut Jhon, jika memang benar ada asrama yang mengalami kesulitan bahan makanan berupa beras maka pihaknya akan membantu. Namun sementara ini belum ada yang berkoordinasi dengan pemerintah.
“Kalau ada sekolah-sekolah yang memang benar-benar melakukan sistem pola asrama, kami pemerintah pasti akan akomodir itu,” katanya.
Ia mengakui perlu adanya perhatian sebab sekolah berpola asrama menampung anak-anak yang tinggal jauh dari tempat tinggal mereka.
“Asrama ini menampung anak-anak kita yang tinggal jauh sehingga tidak bisa pulang dan kami pemerintah punya tugas untuk membantu,” katanya.
Saat program rastra masih diberlakukan di Jayawijaya, bupati dan pejabat dinas sosial yang langsung mengawal pendistribusian hingga ke distrik-distrik.(anjas)













