KKB selanjutnya meninggalkan kawasan Distrik Tembagapura setelah aparat gabungan TNI dan Polri mengerahkan kekuatan ke wilayah itu.
Selama setahun hingga awal 2019, eksistensi KKB di wilayah Distrik Tembagapura sempat vakum beberapa saat.
Hengky Wanmang yang diketahui memiliki kemampuan intelektual lantaran merupakan jebolan dari salah satu lembaga perguruan tinggi itu kemudian lagi-lagi meminta bala bantuan kepada KKB yang lain.
Hengky dalam beberapa dokumentasi tampak melakukan deklarasi bersama Obed Magai di salah satu rumah ibadah di Ilaga, Kabupaten Puncak pada 1 Agustus 2020.
Ia mengajak beberapa kelompok KKB dari Pegunungan Tengah Papua masuk ke wilayah Tembagapura secara khusus untuk mengganggu operasi PT Freeport Indonesia.
Kedatangan rombongan KKB disusul operasi gabungan TNI dan Polri hingga sempat terjadi beberapa kali aksi baku tembak. Kondisi tersebut membuat lebih dari seribu warga sipil terpaksa dievakuasi ke Timika dari Banti, Kimbeli, Opitawak dan Utikini Lama pada awal Maret lalu hingga saat ini.
Pada 16 Agustus 2020, Satgas Gabungan TNI dan Polri yang mengamankan obyek vital nasional PT Freeport Indonesia menembak mati Hengky Wanmang, Kepala Staf Kodap III Kali Kopi yang mengambil alih kepemimpinan kelompok itu setelah kematian Teny Kwalik putra Kelly Kwalik pada 2018.
“Hengky bersama dengan Joni Beanal alias Joni Botak mengambil alih kepemimpinan sementara sebelum ada panglima mereka yang baru,” sebut Era. (anjas)




