Rumah Berpenghuni Tiga KK Ludes Terbakar

OKI, KR Sumsel - Satu unit rumah semi permanen di RT 8, Kelurahan Sidakersa, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), ludes terbakar Kamis (13/06) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pantauan di lokasi kebakaran, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB oleh petugas pemadam kebakaran Kabupaten OKI, BPBD dan warga setempat. 

Meski tidak ada korban jiwa dari kebakaran ini, namun harta benda dan barang-barang di rumah tersebut banyak yang ikut terbakar. Bahkan rumah dua lantai ini nyaris ambruk terutama di lantai dua yang sebagian besar terbuat dari kayu.

Muzakir, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran mengungkapkan, api diketahui pertama kali muncul dari dapur rumah. “Kurang tahu juga pastinya, apakah sedang masak atau seperti apa. Tapi apinya berasal dari belakang (dapur),” katanya di lokasi kebakaran.

Melihat adanya kobaran api tersebut, dirinya bersama beberapa warga lain mencoba melakukan pemadaman dengan alat seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. “Kami siramkan air pakai ember, tapi api makin besar hingga sulit dipadamkan,” ujarnya.

Saat api membesar, para warga ini mencoba menyelamatkan barang-barang yang ada di rumah dan beberapa barang seperti beberapa helai pakaian dan motor milik korban bisa diselamatkan. 

Ditemui di lokasi kebakaran, Lurah Sidakersa, Muhammad Nur didampingi Ketua RT 8, Taufik menerangkan, rumah yang terbakar ini merupakan rumah milik almarhum Tanzilal. Sementara saat ini yang tinggal di rumah tersebut adalah istri dari Tanzilal beserta anak dan cucunya.

“Di rumah ini ada tiga KK, alhamdulillah tidak ada korban jiwa tapi harta benda dan rumah korban tidak bisa diselamatkan,” kata Muhammad Nur.

Kepada warganya, Muhammad Nur mengimbau agar tetap menjaga kondusifitas di wilayah kelurahan tersebut. Bahkan untuk mencari sisa kebakaran juga dirinya mengimbau agar hal ini cukup dilakukan oleh pihak keluarga.

“Barangkali saja masih ada yang bisa diselamatkan, cukup keluarga yang mencari agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Nanti kami juga meminta agar ini dipasang garis polisi,” jelasnya.

Ditambahkan Ketua RT 8, Taufik, berdasarkan hasil pantauan dan informasi yang didapatkan pemilik rumah yang dibantu warga mencoba menyelamatkan benda-benda yang masih bisa diselamatkan. “Surat-surat penting, perabotan dan beberapa benda lainnya masih bisa diselamatkan,” tandasnya. (ata)

No comments

Powered by Blogger.