117 Dari 4131 TKS PALI Teracam Ngangur

PALI, KR Sumsel - Dari 4131 Tenaga Kerja Sukarela (TKS), yang ada di Bumi Serepat Serasan sebanyak 117 TKS, terancam di putus kontrak alias ngangur. Setelah menindak lanjuri hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan tim gabungan antara Inspektorat, Dinas Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (DKPSDM) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada awal masuk kerja setelah libur panjang Senin (13/6/2019) lalu. 

Hal ini dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten PALI untuk meningkatkan kedisiplinan para pegawai baik Aparatur Sipil Negara (ASN), maupun TKS. Dari hasil sidak yang dilakukan tim gabungan didapati sebanyak 137 pegawai yang bolos kerja Tanpa Keterangan (TK) pada hari pertama masuk kerja, dan akan teramcam menerima sanksi sesuai aturan Peraturan Pemerinta nomor 53 tahun 2010.

“Kalau PNS ada 20 pegawai tanpa keterangan, sedangkan TKS ada 117 pegawai tanpa keterangan, total pegawai yang bolos atau tanpa keterangan ada 137 pegawai yang didata dari seluruh Dinas, OPD dan Kecamatan yang ada di kabupaten PALI.” jelas Plt Kepala DKPSDM Kabupaten PALI Deasy Rosalia STP MSi saat dijumpai diruangan kerjanya di bilangan jalan Merdeka Simpang Bandara Kelurahan Handayani Mulia kecanatan Talang Ubi, Kamis (13/6).

Untuk selanjutnya, terang Deasy, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim Inspeksi Mendadak (Sidak), yang dilakukan pada hari pertama kerja kemarin, untuk memberikan sanksi pada pegawai yang bolos tesebut. “Nanti kita akan lakukan pertemuan dulu pada tim yang menyidak kemarin, tentang sanksi atau hukuman disiplin yang harus diterima oleh para pegawai. Kalau PNS susah jelas sanksinya tercantum pada PP 53 tahun 2010, kalau untuk TKS itu sudah ada Perbub tentangtang kode etik, prilaku. Berkemungkinan TKS tidak akan diperpanjang kontraknya perJuli nanti. Karena kontrak yang ada akan berakhir pada Juni ini.” Pungkasnya. (hb)

No comments

Powered by Blogger.