LP3A Muratara, Jadikan anak Sebagai Pelopor dan Pelapor

MURATARA, KR Sumsel - Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LP3A) dibawah pengawasan dari pemberdayaan masyarakat desa (PMD), Kabupaten Muratara, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Segera bentuk Forum anak tingkat kecamatan.

Kepala Dinas (PMD LP3A) 'Hj.Gusti Rohmani, melalui Kabid (P3A) Linda Wati kepada Wartawan KR Sumsel Senin (13/5), di kantornya, mengatakan, forum anak merupakan wadah bagi anak-anak dan ideali nya itu sudah ada di kabupaten dan 7 kecamatan dan desa.

“Kalau di Jakarta itu sudah di lantik oleh bupati langsung pada forum anak nasional, yang kegiatannya dalam setahun sekali,” terang Linda.

Kegiatan anak-anak di forum ini adalah, mereka itu menyuarakan hak anak, karena UU no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, seharusnya suara anak itu harus didengarkan, karena mereka adalah generasi yang harus kita gali kembali (SDM)dari rasa kebelum tahunya dan di setiap kecamatan itu diharuskan mempunyai satu anak perwakilan dari kecamatannya masing-masing.

“Seleksi kita ambil itu, dari setiap kecamatan, disaring kembali, untuk bisa duduk di kabupaten, dari kelas 7 sampai dengan kelas 11 dan kita juga mengambil anak-anak yang aktif dalam organisasi, contohnya, kegiatan di sekolah, OSIS, PMR, Pramuka dan rohis,” ujar Linda menambahkan.

Diharapkan kepada anak-anak itu, mereka bisa menjadi pelopor dan pelapor' bagi anak-anak yang berada di kabupaten Muratara ini.

Pelopor itu ialah, mereka mempelopori segala kegiatan yang memotivasi anak supaya bisa berkembang dan mempunyai pemikiran yang lebih maju itu kalau mereka sebagai mempelopori.

Kemudian Pelapor adalah, kalau mereka menemukan kejadian kekerasan kepada anak yang masih di bawa pengawasan, agar mereka bisa melapor kepada pemerintah yang berwenang, dan itu tugas dari mereka sebagai pelapor.

“Harapan kami, karena forum anak ini jangan sampai dipandang sebelah mat, mereka jelas punya dasar hukum,UU no 35 2014 dan UU 45 juga jelas tentang hak untuk hidup dan tolong di libatkan karena keberadaan mereka di dalam forum anak tersebut telah diakui,” Kata Linda.

Dalam pemerintahan juga, supaya bisa dimasukkan di dalam Anggaran karena mereka adalah generasi yang perlu diperhatikan dalam bentuk SDMnya.

“Kita tahu, bahwa presiden itu langsung mengeluarkan peraturan tentang perlindungan hak hidup bagi setiap anak,”Tukasnya.

Sementara itu di jelas oleh Juniken Selpi (16) dan Rendy Ariansyah (16) siswa kelas 11 IPA SMAN Surulangun, memaparkan dengan adalah ya forum anak Muratara ini, mereka bisa bersosialisasi atau bisa mengerti tentang pergaulan dan bermasyarakat yang dalam dalam positif.

Seperti kita ketahui , Jika selama ini banyak terjadi kasus-kasus kekerasan pada anak, dalam arti kata banyak anak-anak yang belum mengetahui dari segi pergaulan atau tata cara menggunakan teknologi dengan baik dan benar.

Dan kejadian-kejadian pernikahan dibawah umur, sangat kerap terjadi sala satunya akibat pergaulan bebas dan kecanggihan dari teknologi.

“Diharapkan juga Kepada pemerintah, Muratara ini, banyak siswa-siswi yang berprestasi, Akan tetapi mungkin mereka merasa malu dan minder dan Masih banyak bakat-bakat yang belum tersalurkan ke sekolah-sekolah umum,” Jelasnya. (AkaZzz KR).


No comments

Powered by Blogger.