Ekspres! Salat Tarawih 23 Rakaat Hanya 7 Menit di Padepokan Anti Galau

Jemaah melaksanakan salat Tarawih di musala Padepokan Anti Galau Yayasan Albusthomi Cirebon. (Sudirman Wamad/detikcom)
KRSUMSEL.COM - Ada tradisi unik di Desa Sinarrancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, setiap bulan suci Ramadhan. Masyarakat setempat menunaikan salat Tarawih secara ekspres. Salat sunat sebanyak 23 rakaat diselesaikan hanya dalam waktu 7 hingga 8 menit.

Lokasinya di musala Padepokan Anti Galau Yayasan Albusthomi. Jumlah rakaat salat Tarawih kilat itu sebanyak 20 rakaat, kemudian dilanjutkan salat Witir sebanyak 3 rakaat. Setiap dua rakaat salat tarawih ternyata memakan waktu kurang dari satu menit.

Ketua Padepokan Anti Galau Yayasan Al Busthomi YHM Ujang Bustomi menjadi imam salat Tarawih cepat. Sementara untuk salat Witir, gerakan salatnya sama seperti pada umumnya.


Ujang Bustomi mengatakan salat Tarawih ekspres tersebut sudah menjadi tradisi di padepokannya selama bertahun-tahun. Dalam salat Tarawih dengan gerakan cepat tersebut, sejatinya terselip ajakan kepada masyarakat agar tidak malas menjalankan salat sunah Tarawih sebanyak 20 rakaat, ditambah 3 rakaat Witir.

"Salat Tarawih cepat ini agar masyarakat senang mengikuti salat (Tarawih). Karena kan banyak juga yang kurang senang, karena lama. Minimalnya mereka mau diajak salat dulu," kata Ujang Bustomi saat berbincang dengan detikcom, Rabu (8/5/2019) malam.

Menurut Ujang Bustomi, tidak ada yang berbeda dalam bacaan dan gerakan salat Tarawih. Namun, lanjut dia, cara membaca dan gerakan salatnya lebih cepat dibandingkan dengan salat Tarawih di tempat lain.

"Lebih cepat saja gerakannya. Kurang dari 10 menit, sekitar 7 sampai 8 menit," ucapnya.

Ia tak menampik muncul pro dan kontra terkait tradisi salat Tarawih ekspres yang ada di padepokannya. Ujang Bustomi mengaku siap mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukannya.

"Minimal mereka sudah nyaman untuk salat. Kalau khusyuk, itu mereka yang belajar sendiri-sendiri. Siap mempertanggungjawabkannya," tutur Ujang Bustomi.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Sinarrancang Bandi mengaku rutin melaksanakan salat Tarawih kilat di musala Padepokan Anti Galau. Menurut Bandi, gerakan salat yang kilat itu mengundang perhatian masyarakat untuk melaksanakan salat Tarawih.

"Sudah tahunan, banyak yang memburu ke sini. Karena salat Tarawihnya tidak lama. Cuma tujuh menitan selesai," kata Bandi seusai salat Tarawih. (bbn/bbn)

No comments

Powered by Blogger.