» » » » » » Bupati OKI Hadiri Gebyar Pendidikan & Kebudayaan 2019 Di OI

KRSUMSEL.COM,- Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019 yang digelar dikabupaten Ogan Ilir (OI)  minggu (3/3) yang dipusatkan di perkantoran Pemkab OI di Tanjung Senai dihadiri Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Prof Dr Muhajir Efenddy.M.Ap beserta rombongan dan dihadiri juga Bupati OKI H Iskandar SE dalam hal ini diwakili Sekda Drs.H.Husin.

Bupati OI Ilyas Panji Alam mengucapkan terimakasih kepada Mendikbud RI karena telah banyak memberikan bantuan untuk Kabupaten OI ini seperti pada tahun 2018 DAK untuk SD/SMP, Dana Bos & Bop (paud), serta program indonesia pintar (PIP), total DAK untuk sekolah SD sebanyak 264 sekolah sedangkan untuk SMP sebanyak 80 sekolah dengan total dana Rp.49.432.800.000. 

Untuk Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima murid SD sebanyak 17.178 siswa dengan total dana Rp.7.109.100.000, dan untuk SMP sebanyak 6275 siswa dengan total dana Rp. 2.753.625.000. Dan pada tahun 2019 ini kabupaten ogan ilir mendapat dana tambahan 200 persen dari DAK tahun 2018, Dana DAK untuk SD sebesar Rp.43.181.767.000 dan untuk SMP sebesar Rp. 30.038.000.000,"ucapnya."

Lanjutnya mengatakan,adapun tahun ini juga kita memberikan bantuan 800 unit komputer dan 200 server kepada 70 sekolah dalam rangka pelaksanaan UNBK, dan kabupaten oi juga yang pertama disumatera memberikan dana PPG(pendidikan profesi guru)secara full kepada 110 orang guru dan launching pesona budaya 2019.

Adapun Festival sajian pindang ikan air tawar untuk membuat rekor Muri sajian pindang terbanyak berjumlah 1000 pindang ikan, gerai yang turut acara tersebut berjumlah 900 gerai dan lomba tersebut sudah menggunakan teknologi informasi. Penilaian menggunakan e-voting yang bisa dilihat dari laman Youtube."ungksp Ilias Panji Alam".

Srmentara Prof Dr.Muhajir Efenddy.M.Ap saat diwawancarai KRSUMSEL.COM mengatakan saya sangat mengapresiasi sekali acara gebyar pendidikan dan kebudayaan tahun 2019 ini dikabupaten ogan ilir dan kegiatan ini menyajikan 1.000 porsi pindang ikan air tawar seperti Pindang ikan patin pindang belido pindang toman dan pindang ikan gabus, ucapnya.

Lanjutnya, kegiatan yang dilaksanakan ini sangat unik dan berbeda dengan kabupaten lain yang ada diindonesia, jadi harapan saya gali potensi potensi daerah yang masih terpendam dan harus diangkat kepermukaan agar budaya budaya suatu daerah bisa dikenal seluruh masyarakat indonesia umumnya khususnya kabupaten masing masing. Dan saya juga banyak mencicipi pindang mulai pindang ikan belido pindang ikan toman pindang ikan patin tapi sayang saya gak tahan pedes."ungkapnya"(Yd)

About ata IDHAM SYARIEF

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply