» » » » Yongki : APH Diminta Kroscek Dugaan Proyek Mark-up Dua Polsek

OGAN ILIR, KRSUMSEL.COM,-Berdasarkan informasi yang diterima pembangunan Polsek di  Kecamatan Sungai Pinang dan Kecamatan Kandis dengan pagu 1 Milyar yang dikerjakan CV Putra Tunggal Mandiri pada Dinas Perkim Tahun Anggaran 2018 lalu, diduga tidak sesuai RAB.

Selain itu juga Proyek tersebut diduga banyak Mark up kendati belum seutuhnya selesai sudah dibanyarkan 95 persen kepada pihak ketiga yang mengerjakan.

Pantauan dilokasi, kedua bangunan Polsek tersebut terlihat jelas kalau tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan banyak Markupnya.

Secara kasat mata, kusen yang dipasang kelas III didalam sedangkan dalam RAB tertulis kelas II, lantai seharusnya dalam RAB menggunakan keramik kenyataan dilapangan tidak dipasang hanya lantai biasa.

Bukan itu saja, seharusnya dalam rab pakai plapon ternyata kosong melompong tidak dipasang dan bangunan tersebut harusnya di cat luar dalam seperti dalam kenyataannya tidak ada pengecatan sama sekali dan masih banyak lagi dugaan mark up dikedua bangunan polsek tersebut.

Yulius Hendri
Direktur CV Putra Tunggal Mandiri Ahyar saat dikonfirmasi KRSUMSEL.COM Jumat (1/2) melalui ponselnya mengatakan pembangunan polsek itu seperti itu dan memang tidak menggunakan plafon tidak menggunakan kramik untuk lantainya dan tidak menggunakan cat dan kusen memang kelas tiga semua itu ada dalam RAB.

Sementara Kepala Dinas Perkim Yulius Hendri saat dikonfirmasi KRSUMSEL sebelumnya kamis (31/1) mengatakan pihaknya belum sempat mengecek pembangunan tersebut, dan nanti pihaknya akan menanyakan ke PPK.

Sementara itu PPK kegiatan tersebut Sarifudin saat dikonfirmasi mengatakan kegiatan pengerjaan didua polsek sebatas itulah karena keterbatasan anggaran dan sesuai dengan RAB.

"Kita belum tahu untuk tahun ini apa dianggarkan kembali untuk kedua polsek tersebut, dan kemungkinan dianggarkan pada ABT," ungkapnya singkat".

Sedangkan Ketua GPAB Sumsel Yongki Ariansyah, SH, saat dimintai KRSUMSEL.COM komentarnya mengatakan, Pihak Aparat Penegak Hukum (APH) diminta KROSCEK kelokasi Dugaan pengerjaan Proyek yang tidak Sesuai RAB/SPEK Dan Mark-up dikedua pembangunan Polsek tersebut.

Lanjutnya, dalam waktu dekat dugaan mark up dikedua bangunan polsek  tersebut GPAB Sumsel akan melaporkan kepihak yang berkopenten untuk mengusut tuntas dugaan kerugian negara pada pembangunan kedua polsek ini."ungkap Yongki".(Yd)
 

About ata IDHAM SYARIEF

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply