» » » » » Jembatan Biaro Baru Jadi Saksi Bisu Dalam Kenikmatan Bercinta

MURATARA, KRsumsel.com -  Kapolsek Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), mengungkap kasus  tindak pidana, persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Pasalnya, Akibat ulah pelaku melakukan hubungan terlarang layaknya suami istri bersama Mawar (14), di bawah jembatan Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo, (Muratara), Haikal bin Hazan (39), warga Desa Biaro Lama Kecamatan Karang Dapo, ditangkap aparat Kepolisian Resort (Polsek) Karang Dapo, Rabu (27/2) sekira pukul 22.30 WIB.

Penangkapan pelaku bermula dari laporan Tama (45) selaku orang tua Mawar, di Polsek Karang Dapo, yang tercatat Lp / B- 07/ II / 2019 /SS / Mura / Sek. Karang dapo, Dalam laporannya, Tama menyebutkan bahwa pelaku telah melakukan pencabulan kepada anaknya, Sabtu (23/2), sekitar pukul 21.00 WIB di bawah jembatan Desa Biaro Baru.

Menurut pengakuan korban, benar pada hari sabtu tanggal (23/2/19), sekira jam 21.00 WIB di bawah jembatan desa Biaro Baru Kecamatan, Karang Dapo, telah terjdi (TP) persetubuhan terhadap anak dibawa umur dengan cara pelaku menelphone korban dan berjanji ketemu di jembatan  Desa Biaro Baru, Kecamatan Karang Dapo, lalu korban datang  kemudian korban di boncengi oleh pelaku kebawah jembatan. selanjutnya, terjadi persetubuhan antara korban dengan pelaku.

Rabu  (27/2/2019), sekira jam 22. 30 wib,  Kapolsek AKP  Ahmad Darman, mendapat info bahwa pelaku, Haikal bin Mahasan sedang berada di rumah istri mudanya Dusun II Desa biaro lama, melalui Kanit Reskrim Aiptu Henri Erwin bersama dengan lima anggotanya, melakukan penangkapan terherhadap  pelaku tersebut yang berada di Desa biaro lama kecamatan Karang dapo, Dan pelaku berhasil ditangkap tanpa melakukan perlawanan, kemudian pelaku di giring ke (polsek) Karang Dapo, untuk dapat dilakukan pemeriksaan lebih dalam.

Lanjut Erwin, memaparkan,kejadian itu ketahui ketika, Ada warga melihat korban  berada diatas jembatan ,dan warga tersebut memberitahu bibik korban saudari(Nita),  lalu korban dijemput oleh kelurga dan di introgasi.

Awalnya korban tidak mau ngaku karna malu, dan akhirnya, korban menceritakan bahwa dirinya telah disetubuhi pelaku, sebanyak dua kali (2), dengan waktu yang berbeda.

Kemudian kejadian tersebut diberitahu kepada orang tua korban,  mendengar cerita korban lalu bapak dan korban melaporkan peristiwa tersebut ke polsek karang Dapo," Tutupnya. (akaz)

About Redaksi Krsumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply