» » » » Bupati Muratara Terkesan Tutup Mata

MURATARA, KRSUMSEL.COM - Warga Desa Karang Dapo Satu berharap bupati Muratara dapat secepatnya menindak lanjuti terkit sengketa lahan mereka yang tak kunjung usai.

Pasalnya, sudah beberapa kali pemerintah Pemkab Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), mengadakan mediasi, yang dipimpin Kabag Tapem Muratara untuk menyelesaikan permasalahan plasma milik Desa Karang Dapo satu sampai saat ini belum menemui titik terang.

Sementara itu, pihak pemerintah Desa bekerja sama dengan pihak kecamatan sudah menyelesaikan segala permasalan perifikasi yang di minta oleh pihak Pemkab.

Nyatanya sampai saat ini belum ada kontribusi yang pasti, dari pihak Pemerintah Kabupaten Muratara. 

Terkait penyelesaian plasma (430) milik masyarakat karang Dapo satu (1), yang dikuasai PT Dendi Marker Indah Lestari (DMIL), selama (22) tahun.

Menurut Lendra Warga Desa Karang Dapo satu yang juga salah satu pemilik plasma (430), mempertanyakan, mengapa sudah puluhan tahun permasalahan secuil seperti itu belum juga selesai, ada apa dengan pemerintah daerah.

"Ini tanda tanya besar, kenapa sudah puluhan tahun tak kunjung usaa, Jangan-jangan ada udang di balik batu," Sindir Lendra Rabu (27/2/19).

Ditambahkannya, sedangkan desa-desa lain sudah menikmati hasil dari plasma mereka masing-masing. Contohnya Desa Numan, Maur, Rupit, dan desa Batu Gajah sudah menikmati semua.

Masih katanya, mengapa plasma milik desa Karang Dapo1 belum selesai-selesai sampai saat ini, ada apa dan mengapa.

"Sampai saat inipun kami belum tahu di mana letak lahan plasma milik Desa Karang Dapo yang diberikan oleh (PT.DMIL) kami sudah bosan menunggu dan menunggu, terkait penyelesaian plasma tersebut," tegasnya.

Ditambahkannya, jika tidak selesai dengan cara jalan perundingan, maka jangan salakan kami jika suatu saat, terjadi hal-hal yang tidak di inginkan yang mungkin bisa saja terjadi," Tukasnya. (AkaZz)













About Redaksi Krsumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply