» » » » Bupati Muba Bersama LTKL, Serukan Pembangunan Hijau Berkelanjutan

Muba, KRSumsel.com - Seiring dengan populernya istilah kolaborasi, tanpa disadari ternyata kolaborasi sudah dikenal sejak zaman kemerdekaan. Kolaborasi atau yang dahulu lebih dikenal dengan gotong royong adalah identitas bangsa Indonesia.

Gotong royong merupakan istilah Indonesia untuk bekerja bersama-sama mencapai suatu hasil yang didambakan. Istilah ini berasal dari gotong berarti "bekerja", dan royong berarti "bersama".

Terbentuknya Lingkar Temu Kabupaten Lestari merupakan komitmen gotong royong para pemimpin di daerah. Melalui LTKL, antar kabupaten dapat saling belajar terkait upaya implementasi visi Kabupaten Lestari. Mulai dari dokumen perencanaan, kelembagaan, peraturan, serta sistem pengawasan dan pelaporan menjadi bahasan kunci guna mewujudkan visi lestari tersebut.

 Selain itu. Forum LTKL juga mengangkat peran kemitraan di daerah, yaitu kolaborasi dan gotong royong dengan mitra organisasi di daerah dan nasional untuk mencapai visi lestari bersama-sama. Rapat Umum Anggota dan Jejaring Mitra LTKL ini digelar setiap tahunnya sebagai wadah berkumpul untuk para anggota kabupaten dan jejaring mitra untuk kembali menyelaraskan konsep pembangunan hijau di kabupaten.

Selain itu, pertemuan ini juga akan menjadi sarana pembelajaran terkait perkembangan program-program kabupaten bersama jejaring mitra yang mendukung visi Kabupaten Lestari.


Sejak dipercaya  menjadi Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Indonesia,H Dodi Reza Alex Noerdin yang juga Bupati Musi Banyuasin terus mengencarkan program-program khususnya yang berkaitan dengan pembangunan hijau berkelanjutan.

Dalam kesempatan kegiatan Diskusi Indikator Daya Saing Daerah & Rapat Umum Anggota (RUA) Forum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) di Kantor APKASI, Sahid Sudirman Center Jakarta, Selasa (26/2/2019).Dodi Reza Alex Noerdin mengajak semua Kabupaten anggota LTKL untuk gotong royong mewujudkan Kabupaten Lestari.

"Terbentuknya Lingkar Temu Kabupaten Lestari merupakan komitmen gotong royong kita bersama para pemimpin di daerah. Melalui LTKL, antar kabupaten dapat saling belajar dan saling sharing ide ide kretaif terkait upaya implementasi visi dan misi Kabupaten Lestari," kedepanya ujar Dodi Reza Alex Noerdin

Dikatakan, sebagai anggota LTKL, kiranya juga bisa nantinya mengiplementasikan investasi lestari di masing-masing daerah. "Ini juga sebagai jawaban dari upaya untuk mewujudkan Kabupaten yang menerapkan pembangunan hijau berkelanjutan," ulasnya.

Lanjutnya, beberapa program prioritas yang disepakati bersama
sampai dengan tahun 2021 sebagai Rencana Aksi Lestari adalah Komoditas Berkelanjutan, Reformasi Agraria/Perhutanan Sosial, Pencegahan Kebakaran Hutan Lahan, Energi Bersih Terbarukan dan, dan Restorasi/Konservasi.

"Kalau di Kabupaten Musi Banyuasin beberapa program prioritas ini telah dilakukan bertahap dan berkesinambungan “Insya Allah semuanya dapat terealisasi," ulasnya.

Ia menambahkan, pada Juli 2018, dua kabupaten lain, yakni Aceh Tamiang dan Gorontalo mendeklarasikan diri dan
telah melengkapi dokumen untuk bergabung kedalam forum LTKL.

"Nah, jejaring terbuka ini bertujuan untuk memperluas dan berkolaborasi dengan kabupaten lain dan jejaring lain seperti petani swadaya, sektor swasta, mitra pembangunan, dan forum international untuk mendorong terwujudnya harapan kita bersama menuju Indonesia lestari bebernya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pertanian Penasehat APKASI, yang juga  Bupati Gorontalo, Prof Dr Ir H Nelson Pomalingo, MPd mengatakan pihaknya sejak awal melihat dari APKASI, Forum LTKL ini unik, sederhana dan kerjanya hasilnya luar biasa.

"Luar biasa yang dihasilkan dari terobosan terobosan menuju kabupaten lestari  untuk Indonesia, kami baru setahun begabung namun banyak hal yang kami dapatkan dan kami terapkan didaerah kami dari program program LTKL ini," tuturnya.

Menurutnya, semua daerah dapat berkembang melalui lingkungan, karena selama ini hanya melihat dari sisi ekonomi. "Maka melalui LTKL ini kita dapat mengenbangkan pembangunan  pembangunan yang memperhatikan ekonomi dan lingkungan, pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut turut dihadiri utusan Presiden RI Khusus Perubahan Iklim, Rahmad Witular, Penasihat APKASI Ketua Bidang Pertanian, Prof Dr Ir H Nelson Pomalingo, MPd,  dan Kepala Daerah Anggota LTKL Indonesia meliputi, Bupati Sintang Jarot Winarno,  Bupati Sigi M Irwan Lapata,
Bupati Gorontalo Nelson Pomalinggo Bupati Bone Bolango Hamim Pou,
Bupati Aceh Tamiang Diwakili Kepala DPMPTSP, Muhammad Zeinn, Bupati Kapuas Hulu, Kepala Bappeda H Abang M Nasir, Perwakilan IDH, Fitriyan
Sahabat Muba (SZL), Yesi
Rain.

Pada kesempatan yang sama, selain membahas program kerja  LTKL di tahun 2019, digelar  pula peresmian anggota baru LTKL yang meliputi Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Kapuas Hulu.

Selain itu dipenghujung forum diskusi, H Dodi Reza Alex sebagai Ketua LTKL juga memimpin pengesahan susunan dari dewan penasehat dan program tambahan prioritas ada tiga namun berdasarkan masukan dari mitra dan anggota LTKL maka kami inventarisir yang pertama konsep pengelolaan sampah /indonesia bersih, kawasan hutan untuk jadi program prioritas, ekotourism serta turunnnya kemudian data dan kapasitas penguatan SDM, kebencanaan, dan inilah program kerja yang akan kita susun dan sepakati dalam satu tahun kedepan.(AS)

About ata IDHAM SYARIEF

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply