» » » » Sengketa Lahan PT PAA Semakin Tidak Jelas

KRSUMSEL.COM - Pemerintah Desa Biaro Baru bersama dengan pihak Kecamatan, Polsek Karang Dapo, masyarakat Biaro Baru dan pihak perusahaan melakukan pengecekan lokasi lahan yang diduga diserobot dan digarap PT Pratama Palm Abadi (PPA).

Tindak lanjut permasalahan tentang penyerobotan lahan semakin tidak jelas, pasalnya ketika saat sidang lapangan terkait permasalahan kasus dugaan penyerobotan lahan milik Teguh (38), yang difasilitasi pemerintah Kecamatan Karang Dapo bersama kepolisian sektor karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan, belum menemui titik terang.


Diungkapkan Kepala Desa Biaro Baru Sahrul Jauz, kepada wartawan KR.Sumsel, ASelasa (22/01) sidang lapangan yang diadakan dilahan milik saudara, Tegu tidak membawakan hasil seperti yang kami harapkan.
Menurutnya, adapun ketika  dilakukan pengukuran ulang lahan tersebut, perusahaan sudah jelas menggarap lahan milik masyarakat Desa Biaro Baru, tanpa alasan hak yang jelas.

Lanjut kepala Desa, pihaknya sangat kecewa kepada perusahaan karena, permintaan masyarakat pada rapat sebelumnya di kantor kecamatan Kamis (17/01) untuk mendatangkan pihak petinggi perusahaan tidak dikabulkan, sedangkan pihak perusahaan kemarin meminta kepada kami untuk mendatangkan Tomi selaku penjual tanah kepada bapak hamzah sudah kami datangkan.

Sementara itu dari pihak Kuasa Hukum PT PPA Hasnah Nasution mengatakan pihaknya melakukan pengecekan ke lokasi tanah yang dibelikan oleh perusahaan PPA dari saudara Hamzah, Kemudian Hamsah menunjukan lokasi lahan yang dijualnya kepada perusahan.

Namun demikian, yang terjadi dilapangan adalah terdapat tidak kecocokan lahan yang ditunjuk oleh Hamsah pada saat membeli dengan saudara Tomi dan juga Dedi.

"Asal usul tanah itu milik Dedi dan Tomi, namun tanah itu dijual mereka ke Hamsah dan Hamsah menjual tanah kepada kami (pihak perusahaan, red),"ungkapnya.

Dijelaskannya sekarang tentunya belum bisa menentukan karena pihaknya akan mengkroscek lagi dokumen petah yang dimiliki oleh pihaknya dan tidak menutup kemungkinan masih ada tumpang tindih dengan yang lain.

Dikatakan oleh Kapolres Mura AKBP Suhendro SiK melalui Kapolsek Karang Dapo IPTU Yanie mengungkapkan dari fakta dilapangan memang benar ada tanah milik Tomi dan Dedi, tapi pihaknya akan mengkroscek lagi secara fakta.

Kemungkinan ada salah tunjuk apa yang ditunjuk oleh Dedi dan itu yang ditunjuk oleh Tomi, karena kondisi lahan masih hutan. 

"Sekarang belum bisa menyimpulkan kesimpulan, karena masih mencari data lagi untuk mencari kebemaran dari permasalahan yang ada,"ucapnya. (AkaZz)

About Admin1

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply