» » » » PT MEP Nunggak Listrik Capai Rp 41 Milyar ke PLN? Ini Dampaknya!!!

KRSumsel.com - Akibat tunggakan pembayaran listrik PT Muba Elektrik Power (MEP), selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Musi Banyuasin. Terhadap PT PLN UP3 Palembang yang mencapai lebih dari Rp 41 Milyar.


         Berimbas pada pemutusan/ pemadaman listrik. Oleh pihak PLN ULP Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin dan PLN ULP Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. Di dua Kecamatan dalam Kabupaten Musi Banyuasin yakni Kecamatan Tungkal Jaya dan Kecamatan Plakat Tinggi.

            Dari informasi yang diperoleh KRSumsel.com. Bahwa PT MEP selaku BUMD Kabupaten Muba yang bergerak di bidang kelistrikan sudah terlilit hutang. Terhadap pihak PLN ULP Pangkalan Balai mencapai Rp 40 Milyar lebih dari bulan Februari 2018 - Desember 2018. Sedangkan hutang ke pihak PLN ULP Sekayu mencapai tunggakan Rp 1 Milyar lebih.

       Sementara, Manager PLN ULP Pangkalan Balai Trisman saat dikonfirmasi KRSumsel.com, Rabu (02-01-2019) via phone membenarkan hal tersebut.


        "Tunggakan listrik PT MEP Muba sendiri sudah mencapai Rp 40 Milyar lebih di wilayah kami (PLN ULP Pangkalan Balai). Hutang MEP tersebut sudah dimulai pada bulan februari 2018 hingga desember 2018 yang lalu. Ironisnya, pihak PT MEP sudah tiga kali audiensi ke pimpinan PT PLN UP3 Palembang, meminta peninjauan hutang ini.

Dengan membuat Surat Pengakuan Hutang (SPH) diatas materai dan sanggup melunasi hutang. Jika tidak membayar, maka menerima pemadaman listrik. Nyatanya, hingga kini belum ada pembayaran sama sekali dari pihak PT MEP, " ungkapnya.

        Lebih lanjut ungkap Trisman. Pertama di bulan Agustus 2018 yang lalu. Mereka ( PT MEP) sudah audiensi ke pimpinan PT PLN UP3 Palembang dan membuat SPH sanggup melunasi hutang. Namun nyatanya tidak dibayar mereka. Mengingat masyarakat, maka waktu itu kami tidak melakukan pemadaman listrik. Kemudian ditungu hingga bulan September dan Oktober 2018. Namun juga belum dibayar mereka.

 Lalu kedua, pihak MEP pada bulan Nopember 2018 melakukan SPH kembali untuk membayar hutang. Berjanji akan melunasi hutang pada tanggal 10 Desember 2018. Serta ditunggu - tunggu, nyatanya juga belum dibayar. Untuk ke tiga kalinya mereka (PT MEP) kembali audiensi. Untuk di undur sampai tanggal 20 Desember 2018 dalam melakukan pembayaran hutang. Faktanya hingga 31 Desember 2018 belum juga dibayar. Begitu banyaknya toleransi dari kami pihak PLN. Atas belum dibayarnya hutang yang besar ini.


       Menyikapi berlarut-larutnya hal ini. Managemen kami di Palembang melakukan tindakan. Dengan melakukan pemadaman listrik di wilayah Kecamatan Tungkal Jaya pada 28 Desember 2018 dan di Kecamatan Plakat Tinggi pada 31 Desember 2018. Kami tidak bisa memberi toleransi lagi.


      Selain itu jelasnya. "Mengenai kebijakan pemadaman listrik di Kecamatan Tungkal Jaya. Langsung di remove dari Palembang. Sedangkan pemadaman di Kecamatan Plakat Tinggi manual di Sekayu atas perintah managemen Palembang, " Ungkapnya mengakhiri.

         Terpisah Kepala PLN Rayon Sekayu Melson saat dikonfirmasi KRSumsel.com, Rabu (02-01-2019) membenarkan hal tersebut.

           "Ya pihak MEP sudah nunggak pembayaran listrik. Ke PLN ULP Sekayu saja mencapai 1,9 Milyar. Atas belum dibayarkan tunggakan tersebut. Maka dilakukanlah pemadaman listrik untuk wilayah Kecamatan Plakat Tinggi dan sekitarnya, " ujarnya.

        Tegas Melson. Namun pihak PT MEP berjanji akan melakukan pembayaran besok, Kamis (03-01-2019). Apabila sudah lunas tunggakan listrik besok. Kami akan alirkan/hidupkan kembali listrik di wilayah tersebut.

         Ditegaskannya, selain bekerjasama dengan PLN ULP Sekayu dan PLN ULP Pangkalan Balai. PT MEP juga bekerjasama dengan pihak PLN di wilayah Lahat dan PLN Provinsi Jambi.

          "Ya mereka (PT MEP) juga bekerjasama dengan PLN Lahat dan Jambi. Kami tidak tahu, apakah mereka juga nunggak disana, " tandasnya.

     Bupati Muba H. Dodi Reza Alex melalui Kabag Humas Pemkab Muba Herriyadi Sinulingga saat dikonfrimasi KRSumsel.com, Rabu (02-01-2019) belum ada jawaban.

            Sementara para warga Plakat Tinggi Edi kepada KRSumsel.com, Rabu (02-01-2019) sangat kecewa atas pihak PT MEP.

          "Kemana uang yang kami bayar selama ini. Kami merasa dirugikan atas pemadaman listrik sudah 3 malam ini. Kami ingin pihak PLN saja yang langsung mengelola, " cetusnya.(AS).

About Redaksi Krsumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply