» » » » Dana CSR Tak Terserap dengan Jelas

MURATARA, KR - Kepala Desa Bina Karya kecamatan karang Dapo Kabupaten Musi Rawas utara (MURATARA), Provinsi Sumatera Selatan (SUMSEL), mempertanyakan keberadaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikelola oleh pihak pemerintah baik itu dari jaman Musi Rawas, hingga terpecah menjadi Muratara.


Pasalnya, semenjak tahun 1996 terbentuknya PT Lonsum Tbk dibuka di daerah Wilayah Desa Bina Karya kecamatan karang dapo, belum pernah sekalipun dana "CSR" terserap di desa yang sudah terkena imbas dari PT Lonsum tersebut.

Diungkapkan Dumiyati, selaku kepala Desa Bina Karya sewaktu ditemui dikediaman nya Rabu (30/1/2019) menjelaskan sekian puluh tahun PT Lonsum berdiri dan beroperasi, meraup keuntungan dari hasil kekayaan alam masyarakat Bina Karya, namun tidak sekalipun warga tahu di mana dana "CSR" tersebut dikucurkan.

Padahal, Desa kami ini salah satu dari Desa penyuplai hasil bumi terbesar di Muratara.

"Jangan hanya kekayaan alamnya saja yang diambil dari kami
tapi perhatikan juga masyarakat yang terkena imbas dari perusahaan tersebut," Jelasnya.

Menurutnya padahal jelas dalam  Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, dijelaskan, secara resmi, UU ini menggunakan istilah Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), UU ini mengatur kewajiban bagi perseroan yang berkaitan dengan sumber daya alam untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Perusahaan juga berkewajiban, melaksanakan tanggungjawab sosial perusahaan.

” Penjelasan Pasal 15 huruf menambahkan bahwa yang dimaksud dengan “tanggung jawab sosial perusahaan” adalah tanggung jawab yang melekat pada setiap perusahaan penanam modal untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat.
(AkaZz..)

About Redaksi Krsumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply