» » » » Bupati Muba Tegaskan Kedepan Tidak Ada Lagi Pemadaman Listrik

KRSumsel.com - Terkait permasalahan pemadaman listrik yang dilakukan oleh PT PLN di sejumlah wilayah dalam Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) belum lama ini. Membuat Bupati Muba H. Dodi Reza Alex Noerdin harus turun tangan secara langsung.


       Dimana orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate itu memimpin langsung rapat koordinasi dengan PT PLN WS2JB terkait kerjasama dengan PT Muba Elektrik Power (MEP) yang merupakan BUMD Pemkab Muba, di Ruang Rapat Serasan Sekate, Senin (7/1/2019).


        Dalam rapat tersebut, Dodi menegaskan, ke depan tidak ada lagi pemadaman listrik di Kabupaten Muba, terutama yang berkaitan dengan kerjasama antara PT PLN dan PT MEP. "Saya yang bertanggung jawab karena ini menyangkut hajat orang banyak, " jelasnya.


       Dikatakan Dodi, PT PLN diharapkan memikirkan kondisi yang terjadi saat ini, karena PT MEP tidak bisa menaikkan tarik pada masyarakat. "PT MEP ini punya etikat baik untuk membayar, jadi tolong dibantu jangan dipadamkan," ucap dia.


        Selama ini, sambung dia, kerjasama antara PT PLN dengan Pemkab Muba sudah berjalan dengan baik dan lama. Salah satunya, Pemkab Muba membantu PT PLN menyelesaikan pembangunan gardu dan tiang Sutet yang selama ini tidak kunjung selesai.
Pemkab Muba juga selama ini berjuang untuk membantu PLN dengan membangun jaringan listrik di pelosok selama belasan tahun. "Semua itu karena saya ingin masyarakat Muba semuanya menikmati listrik. Kami berkirim surat keberatan kepada PLN Wilayah (kenaikan tarif) tidak ditanggapi malah menyampaikan tagihan dan melakukan pemadaman sepihak," jelas dia.


        Sementara itu, Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Unit Induk Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu (UIS2JB) Joni, mengatakan permasalahan ini bermula adanya surat dari PLN Pusat pada September 2017, dimana PLN Pusat meminta untuk dilakukannya kembali pemeriksaan atau meninjau tarif pelanggan curah karena di tahun 2016 terbit Permen ESDM no 28 tahun 2016 mengenai faktor Q yang harus dilakukan penyesuaian.
"Setelah dilakukan pengecekan, pada pertengahan januari 2018 PLN Wilayah menyurati PT MEP dilakukan penyesuaian tarif baru, sehingga sampai saat ini terjadi tunggakan PT MEP kepada PT PLN sebesar Rp39 miliar oleh karena itulah terpaksa harus kami lakukan pemadaman," jelas dia.


      Sebelumnya, kebijakan tarif komersial pelanggan curah pada Februari 2018 lalu yang diterapkan pihak PLN membuat PT Muba Electric Power (MEP) mengalami defisit Rp.327/kWH atau setara 2 milyar perbulan sebelum dikenakan denda biaya keterlambatan 6 % perbulan.(AS)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply