» » » » » Harga Telur Ayam Meroket IRT Menjerit

KRSUMSEL.COM - Dua minggu mejelang Hari Raya Natal, harga sejumlah komoditi pokok di Pasar Inpres Pendopo kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI tetap mengalami kenaikan. Seperti yang terpantau hari Senin (9/12), harga telur ayam di pasar inpres Pendopo yaitu Rp 22 ribu per kilogram. Bahkan, dalam empat hari terakhir harganya di angka Rp 24 ribu per kilogram.


Harga tersebut sangat jauh berbeda dibandingkan 2 pekan yang lalu harganya hanya Rp 20 ribu per kilogram. Kemudian harganya naik dua minggu menjelang Hari Natal dan tahun baru menjadi Rp 22 ribu per kilogram. Dan sekarang, harganya sudah mencapai Rp 23 ribu s.d Rp 24 ribu per kilogram.


Kondisi ini pun sangat dikeluhkan masyarakat Kabupaten PALI, tak terkecuali pedagang martabak telur yang ada di kecamatan Talang Ubi, seperti yang diutarakan Nana.
"Sudah satu minggu harga telur di pasar Rp 24 ribu per kilogram. Namun, tidak tutup kemungkinan jugo naik lrbih dari angka tersebut per satu kilogramnyo. Jelas pak kami sangat mengeluhkan hal ini, karena omset keuntungan kami jadi berkurang akibat harga modal yang juga naik, apa lagi nak Natalan dan Tahun Baru" ungkap Nana salah satu pedagang martabak telur.


Sebagi IRT dan pedagang Ia berharap ada solusi dari Pemerintah Kabupaten PALI untuk bisa kembali menstabilkan harga telur ayam. "Semoga saja Pemkab PALI ada solusinya, karena jangan sampai kondisi ini berlarut-larut yang nantinya bisa merugikan masyarakat," tukasnya.


Sementara itu, Edi salah satu pedagang di pasar inpres Pendopo mengaku bahwa naiknya harga telur ayam itu berasal dari agennya. "Naik dari sananya pak, kami disini hanya menjual dan mencari untung sedikit. Katanya sih akibat stok yang sedikit makanya harga telur ayam belum juga turun," ujarnya.

About Redaksi Krsumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply