» » » » Para Medis RSUD Kayuagung Ngeluh, Enam Bulan Tak Terima Gaji

KRSUMSEL.COM - Ratusan Pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mengeluhkan belum menerima tunjangan jasa medis selama 6 bulan dari manajemen rumah sakit.


Menurut salah satu perawat rumah sakit yang meminta namanya dirahasiakan, mereka tidak menerima jasa medis sudah enam bulan, karena terakhir menerima tunjangan jasa medis Mei 2018 lalu.


“Kami enam bulan tidak menerima Jasa Medis, sementara pelayanan diminta baik,” keluhnya kepada wartawan Selasa (27/11/2018).


Keluhan tersebut bermunculan, dari berbagai pegawai di rumah sakit, baik itu dibagian kebidanan, rawat inap, rawat jalan, pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) dan kedokteran. Sehingga, dikwatirkan pelayanan terhadap pasien yang hendak berobat melemah. Mengingat, jasa medis dan jasa pelayanan tak kunjung cair.

Ditambahkannya, ini selalu menjadi kendala RSUD Kayuagung, dari dulu seperti tidak ada solusi mengenai jasa medis, seharusnya tiap bulan dibayar ini malah molor tanpa kejelasan.


“Jasa medis ini pak cairnya saat heboh saja, itupun yang pertama dicairkan untuk dokter terlebih dahulu sedangkan kami perawat biasanya dibayar satu bulan, sedangkan sisanya tak jelas, jadi bagaimana kami mau semangat kerja kalau begini caranya,” keluh karyawan tersebut.



Sementara itu, Direktur RSUD Kayuagung, H Dr Fikram, ketika dikonfirmasi, membenarkan keluhan tersebut, dan menurutnya pihak managemen bukan sengaja untuk tak membayar, namun tidak ada dana.

“Kalau duit tidak ada, bagaimana mau membayar, saat ini RSUD tidak memiliki dana, semua klaim tidak ada dibayar, jadi dari mana dana kami,” kilahnya.

Ditambahkan Fikram, dirinya meminta untuk menanyakan permasalahan ini ke Dinas Kesehatan, bukan kepada dirinya.

Sementara itu, Aktifis Pengamat Pembangunan OKI Welly Tegalega SH, menagih janji Dr Fikram yang dulu saat dirinya tak menjabat Direktur RSUD, seakan mampu menyelesaikan terkait penyelesaian jasa medis.

Saat itu, menurut Welly, Dr Fikram dengan pintarnya memberikan pendapat melalui media massa, untuk memperbaiki RSUD Kayuagung, bahkan dirinya menuding Dedi Sumantri (direktur saat itu, 2015 red) agar tak mencari kambing hitam, untuk penyelesaian jasa medis. 

“Dulu, dokter Fikram menuding dokter Dedi agar tak mencari kambing hitam untuk menyelesaikan tunjangan jasa medis, tapi kali ini dikala dia menjabat ternyata sama saja,” tegas Welly.


Seharusnya Sebagai direktur dirinya dapat mengambil tindakan, jangan hanya mengeluh.

Ditambahkan Welly, terkait permasalah RSUD Kayuagung ini ada keanehan jika jika Dr Fikram mengaku tidak memiliki dana, karena berdasarkan data yang diterimanya dari LSM Fitrah ada hasil pemeriksaan BPK, justru pemasukan RSUD itu Overtarget tapi mengapa tak juga membayar jasa medis.


“Saya minta dokter Fikram mundur dari direktur, jika tidak mampu merealisasikan hak hak para medis,” ungkap Welly. (ata)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply