» » » » » Hadapi Musim Penghujan, Dinkes OI Himbau Masyarakat Waspadai Wabah DBD

KRSUMSEL.COM - Pada Saat Musim penghujan yang terjadi di wilayah Sumsel, sejak saat ini hingga Februari nanti, serta mencegah terjadinya beberapa kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), di wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang berpotensi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).


Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten OI menghimbau kepada seluruh warga untuk menjaga lingkungan. Biasanya, disaat musim hujan tiba, wabah penyakit DBD meningkat.


Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) OI Dr Nurharlinah melalui Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Hj Sumayati mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala UPTD Puskesmas di masing-masing Puskesmas untuk melaksanakan kewaspadaan penyakit DBD dengan melaksanakan langkah-langkah dan antisipasi.


Antisipasi yang dilakukan mulai dari melaksanakan penyuluhan serta membuat edaran tentang penyakit DBD terutama tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di wilayah kerja Puskesmas (Poskesdes, Posyandu, Desa dan Sekolah), meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan 3 M (menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, menaburkan serbuk bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.


“Menginstruksikan kepada pengelola program demam berdarah Puskesmas untuk mendistribusikan abate ke Desa-desa dan sekolah,” Kata Kabid P2PL Hj Sumayati, saat dibincangi di ruang kerjanya, Selasa (27/11/2018).


Menurut Hj Suma, pihaknya meminta kepada petugas Puskesmas untuk segera melaporkan setiap adanya kasus DBD  diwilayah Puskesmas dalam lingkungan Kabupaten OI.


“Sejak Januari hingga Oktober 2018, ada 47 kasus DBD yang terjadi di Kabupaten OI. Kendati menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya. Namun kita harus waspada karena sudah memasuki musim hujan. Jadi, kita perhatiannya kepada masyarakat untuk kasus demam berdarah ini,” Tuturnya.


Diakuinya, pada saat musim hujan banyak terjadi genangan yang menyebabkan jentik-jentik nyamuk hidup. Oleh sebab itu, diharapkan kepada seluruh warga untuk selalu menjaga lingkungannya.


“Selain itu, kami juga memberikan kelambu air dan serbuk abate yang tersedia di setiap kantor yang berkoordinasi dengan Puskesmas setempat,” Pungkasnya. (Edi)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply