» » » » » DPR RI Irma Suryani Minta Direktur RSUD Kayuagung Dicopot

KRSUMSEL.COM - Maraknya permasalahan  yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel, mendapat respon anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Irma Suryani bereaksi dengan meminta Direktur RSUD Kayuagung dicopot dari jabatannya.

Sebelumnya diberitakan, RSUD Kayuagung tidak membayar Jasa Medis hingga enam bulan dengan alasan tidak memiliki uang untuk melakukan pembayaran, serta pelayanan RSUD yang tidak memuaskan masyarakat bahkan memakan korban.

Politisi Partai NasDem tersebut, meminta Direktur RSUD Kayu Agung harus bertanggung jawab atas kelalaian yang mengakibatkan kematian bayi tersebut. 

“Saya meminta bupati OKI dan Kemenkes untuk mengganti direktur RSUD Kayuagung dan memberikan sanksi pada para medis yang telah mengabaikan kondisi gawat darurat pada pasien tersebut,” Tegas Irma, Jumat (30/11/2018).

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu muda warga Tanjung Alai Kecamatan SP Padang, yang hendak melahirkan harus kehilangan putri pertamanya, dikarenakan lambat mendapat perawatan dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung.

Suami korban, yang diwawancarai meminta namanya dirahasiakan, kepada wartawan mengisahkan, peristiwa meninggal bayinya bermula, ia mendapat rujukan dari bidan desa setempat, karena saat diperksa bayinya sungsang (kepala diatas, red) jadi bidan menyarankan agar dibawa ke rumah sakit.

Berdasarkan rujukan dari bidan, dirinya membawa istrinya ke RSUD Kayuagung guna meminta perawatan atau diambil tindakan operasi.

"Ya, kami datang sekira pukul 11.00 wib siang Minggu (25/11/2018), lalu disuruh melengkapi administrasi, karena kami menggunakan BPJS, lalu setelah melakukan syarat yang diminta, tapi kami tetap diminta menunggu," cerita korban, Kamis (29/11/2018).

Dijelaskannya setelah beberapa jam sekira pukul 14:00 wib, baru istrinya dimasukan ke ruang bidan, itupun belum ada tindakan, hanya beberapa perawat laki - laki datang, (mohon maaf) memasukan jarinya ke kaluan istrinya berulang kali.

"Iya mereka bergonta ganti keluar masuk, seperti sibuk dan juga menelpon, dari yang saya dengar sepertinya tidak ada dokter pada saat itu, untuk melakukan operasi," ujar korban.

Padahal, istrinya sudah mengeluh kesakitan ingin melahirkan sejak dari rumah. Meski sudah mengerang kesakitan, istrinya tak kunjung mendapatkan penanganan dari dokter di RSUD Kayuagung.

"Saya minta agar istri saya dioperasi saja untuk membantu kelahiran anak kami, tetapi tidak ada penjelasan dan pemberitahuan kepada kami" ujarnya.

Setelah lama, baru mereka hendak  membawa pasien ke ruang operasi lalu keburu istrinya melahirkan dan dalam kondisi anak saya sudah tidak bernyawa.

Hingga Berita ini diturunkan belum ada jawaban dari Pihak Manajemen RSUD Kayuagung ketika dihubungi melalui no telepon tidak diangkat dan SMS tidak dibalas. (ata)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply