» » » Geolog: 'Tsunami' di Kolam Renang itu Disebut 'Earthquake Seiche'

KRSUMSEL.COM - Air Kolam Renang Tirta Krida Lanudal Juanda, Sidoarjo tiba-tiba beriak dan bergelombang bak tsunami kecil. Ternyata, fenomena itu dimungkinkan karena getaran gempa yang sangat jauh dan disebut 'Seiche'.

"Gejala itu disebut sebagai 'Seiche'. Yaitu gejala resonansi gelombang gempa yang terkena pada tubuh air. Kemudian gelombang ini terpantul-pantul yang mengakibatkan gelombangnya 'teramplifikasi' alias menguat tinggi gelombangnya," demikian dijelaskan geolog Rovicky Dwi Putrohari dalam perbincangan tertulis dengan detikcom, Rabu (3/10/2018).

Mantan Ketua dan Anggota Dewan Penasehat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ini menjelaskan bahwa gejala ini mirip resonansi radio. Stasiun radio, jelasnya, memancarkan gelombang yang tidak terdengar. Namun, kalau radio disetel pada frekuensi yang pas, maka dengan alat penguat alias amplifier yang terpasang pada radio, maka bisa ditangkap suara radio yang dipancarkan.

"Demikian juga kolam ini, dapat menerima gelombang gempa yang sangat lemah, namun kalau ukuran kolam sesuai frekuensinya, maka pantulan-pantulan ini akan diperkuat," urai dia.

Lantas ukuran kolam yang sesuai dengan frekuensi gempa itu berapa luas dan volumenya?

"Nah saya belum tahu ukuran kolam AL ini," jawabnya.

Lantas, radius untuk bisa menimbulkan resonansi atau 'seiche' itu maksimal berapa kilometer?

"Radius ini mirip radio. Kalau radio bagus bisa menerima sinyal lemah walau jauh," jawab dia.

"Aneh ya? Tapi seperti itulah gejala "Earthquake Seiche". Bukan sulap dan bukan sihir. Tapi ada penjelasan ilmiahnya. Coba cari di Youtube kata "Earthquake Seiche". Ketemukan gejala yang sama di tempat lainnya," tandas dia.

Sebelumnya, pengakuan sang pengurus kolam renang bernama Zainudin Ichsan (43), mengaitkan gelombang tersebut dengan gempa-tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah baru-baru ini. Ia mengaku, fenomena ombak yang terjadi di kolam renang sudah terjadi beberapa kali. Dan dalam ingatan Iksan fenomena itu sudah 5 kali ia jumpai.

"Selama 20 tahun kerja, sudah beberapa kali saya menyaksikan fenomena alam itu. Nah selama saya di sini, itu selama ada gempa itu pasti airnya bergelombang. Apalagi kalau ada musibah tsunami, gelombangnya mencapai 1 meter. Tapi kalau ombaknya kecil, biasanya (pemberitaan atau kabar yang beredar) sudah terjadi gempa di suatu wilayah di Indonesia di bawah 6 SR," ungkapnya.

Namun Ichsan tak pernah mengira videonya akan viral dan membuat kehebohan.

"Saat ini saya kasih keterangan berdasarkan pengalaman. Nah waktu itu saya sudah punya ponsel, dan banyak pengunjung lalu saya rekam. Bukan maksud saya untuk mengupload di media sosial sehingga viral. Karena saat saya rekam, ingin langsung saya laporkan ke Mayor Jumari, lalu ke Puslatdiksarmil. Jadi saya nggak tahu kalau viral. Tapi memang pengalaman di Aceh itu pasti ada tsunami, karena pengalaman saya di sini," tegas dia.

Meski meyakini ada hubungannya dengan bencana gempa dan tsunami, Iksan tetap mengaku jika gelombang di kolam renang yang dia jaga adalah fenomena alam.

"Memang seperti fenomena alam. Selama saya di sini, kalau memang akan gempa dan tsunami memang muncul gelombang. Kalau di bawah 6 SR hanya ombak kecil saja biasa terjadi setelah. Makanya ketika berombak, saya pikir pasti ada gempa," tambahnya.(*)
 
 
 
 
 

About Admin krsumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply