» » » » Hapus Pajak Progresif, Dipintai Dana Oleh Petugas Samsat

KRSUMSEL.COM - Berniat menghapus pajak progresif kendaran bermotor ke Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tetapi Ashar (40) warga Desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten PALI terkejut, tatkala salah satu petugas Samsat meminta sejumlah biaya ketika dirinya meminta memblokir kendaraan lama atas nama dirinya, karena memang kendaraan itu sudah lama terjual. 


Padahal, diketahuinya bahwa mengurus penghapusan pajak progresif tidak dipungut biaya alias gratis, hanya menyediakan materai 6000. Tetapi kenyataan dilapangan, ada saja oknum yang memanfaatkan kesempatan ketidaktahuan masyarakat untuk mengeruk keuntungan pribadi.


Kejadian tersebut, di ceritakan oleh Ashar melalui akun media sosial FACEBOOK nya @AsharCeong, yang di kiromkan disalahsatu grup lokal kabupaten PALI. "Bermula saat saya akan mengurus penghapusan pajak progresif di Kabupaten Muara Enim, sepeser pun petugas di Samsat itu tidak berani meminta biaya, tetapi ketika hal yang sama akan saya lakukan di Samsat PALI kok oknum stafnya berani, minta uang Rp 300 ribu," ungkap Ashar, Selasa (5/6/2018).


Dikauinya, kejadian tersebut tetjadi pada Senin (4/6/2018), tetapi karena dirinya bersikukuh tidak mau memberikan biaya yang dipinta oknum tersebut, akhirnya, Ashar diarahkan menghadap atasan si oknum bersangkutan. 


Saat menghadap atasan oknum bersangkutan, akhirnya Samsat PALI memenuhi permintaannya. "Sepertinya sudah kongkolingkong antara bawahan dengan atasan yang ada di Samsat PALI. Mungkin juga sudah banyak warga yang terkena pungutan ilegal itu. Jadi aku berharap kejadian ini jangan terulang, sebab saat ini pemerintah tengah gencar membasmi Pungli, tetapi masih ada oknum yang memancing keuntungan ditengah ketidaktahuan masyarakat. Hal ini lah menjadikan alasan saya untuk membagikan kepada teman di media sosial saya, agar masyarakat mengetahui dan jelih, jangan sampai dimanfaatkan oknum." Ujarnya


Akibat cerita kejadian yang dialaminya melalui media sosial hingga mengundang banyak reaksi keras dari berbagai kalangan. Seperti salahsatunya dari tokoh masyarakat yang juga Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Kabupaten PALI. Aprizal Muslim, dirinya menyayangkan masih adanya indikasi Pungli di Bumi Serepat Serasan. "Memang mengurus penghapusan pajak progresif jarang dilakukan masyarakat awam, tetapi jangan coba-coba memanfaatkan keadaan ini, sebab masyarakat kita sudah cerdas," katanya. 


Dirinya mengharapkan kepada semua abdi negara agar bekerja sesuai aturan yang ada dan jangan sekali-kali menyimpang apalagi merugikan masyarakat. "Jika terjadi ada okmun pelayan masyarakat sudah merugikan masyarakat, kepada pimpinan dan pengambil kebijakan segera melakukan evaluasi baik disiplin pegawai atau sangsi lain yang memberikan efek jera," tandasnya. 


Sementara itu, Kepala Samsat PALI, Yulian SE, mengaku tidak tahu kalau ada oknum pegawainya yang meminta sejumlah uang kepada masyarakat yang mengurus penghapusan pajak progresif. "Saat itu ada bapak yang bertanya proses penghapusan pajak progresif, dan saya menjelaskan kalau memang gratis, dan prosesnya tidak samapi lima menit, jika persyaratannya lengkap." Jelasnya disambungan telpon


Dan dirinya tidak mengetahui bahwa pegawainya yang mana telah meminta biaya kepada masyarakat. "Bapak tersebut tidak menunjukkan petus kita yang mana akan meminta biaya tersebut. Jika kami di beritahu, jelas akan kami tinak tegur staf tersebut." Pungkasnya. (hb)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply