» » » » Proyek Rehab Pasar Dan Penimbunan Taman, Diduga Kerabat Bupati OI

KRSUMSEL.COM,- Pembangunan pasar indralaya yang diduga dikerjakan oleh keluarga besar istana bupati ogan ilir yang menelan dana tidak sedikit termasuk satu paket dengan penimbunan taman yang lokasi eks terminal induk indralaya yang diperkirakan menelan Dana APBD OI Tahun 2017 belasan miliar lebih yang diduga pengerjaan asal jadi.


Menurut PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Syarifudin saat diconfirmasi (25/4) yang lalu oleh  krsumsel.com tentang pembangunan pasar mengatakan itu belum selesai masih anuh masih tiga gedung lagi, gedung utama hanya mengganti bagian atas/genteng,kramik lantai dan cat.


Saat ditanya terkait pintu rollingdoor banyak hilang jawabnya banyak ilang dak tau aku. Dan saat ditanya lagi batas mana pembangunan pasar tersebut selaku PPK makmano komentarnyo ehhh PPK(Pejabat Pembuat Komitmen) malah balik bertanya dengan krsumsel.com idak kamu sebagai apo maksud aku??? Dan saya jawab selaku wartawan.

  Selaku PPK saat ditanya berapo dana pembangunan pasar itu jawabnya dak ingat sekitar 9 Miliar lebih dan yang ngerjakan PT dari palembang itu Erwin namonyo PT.Detil, untuk sekarang pembangunan pasar itu batas itulah rehab samo bangun baru itu sudah sesuai dengan perencanaan."ungkap syarifudin".


Saat ditanya pembangunan taman syarifudin selaku PPK mengatakan itu sudah sesuai dengan perencanaan dan penimbunan sudah sesuai itu kan ada tahapnya mengimbangi anggaran."ucap syarifudin pejabat pembuat komitmen yang satu paket dengan pengerjaan pasar indralaya".


Sementara menurut pengawas Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Ari mengatakan untuk ini cak itulah itukan masih ada lanjutan untuk tahun ini 2018 rencananya mak itu. Yang mengerjakan pasar tersebut adalah PT. Detil Multi Konstruksi dengan nilai Rp. 9.850.000.380. Emang sudah sesuai dari segi konstruksi dengan kontraknya cuma rehab genteng plafon lantai dan cat, saat ditanya yang punya aku dak tau."ucap ari".


Sementara menurut Pengawas Dinas Perumahan dan Pemukiman Destria saat diconfirmasi krsumsel.com tentang pengerjaan penimbunan taman mengatakan itu tahap satu jadi gaweannyo memang sebatas itu, volume kemaren terahir kurang tanah jadi kami tinjau kesana nak diukur pemadatannya.


Lanjutnya, menurut pihak ketiga sudah sesuai volume nah dihitung lagi samo konsultan terahir kek mano yuk sudah pas belom, kan ado konsultan pengawas kami sekedar dak kamini sebagai ininyo bae kami dak nak kesano menerima laporan,kami idak kesano setiap hari kan ado konsultan pengawas.


Terahir kami ngecek kelapangan belom sesuai volumenyo jadi turunlah kami minta konsultan pengawas tolong ditinjau lagi, menurut hitungan kami belom mencukupi volume bagaimana menurut hitungan kalian,cak itukan.


Nah jadi terahir itu kami minta penengahnyo PPTK jugo,cak mano pak terahir tu pak hanafi. Pak hanafi langsung turun samo konsultan pengawas tolong ditengahi menurut perhitungan kami belum cukup sedangkan menurut kontraktor sudah cukup jadi mereka kelapangan lagi kami belum tau kek penengahan pak hanafi.


Kami ini sebagai penengah bae pptk dengan konsultanlah tapi kami sudah turun jugo, kalo emang ado agak ganjal kami turun."ucapnyo".


Sementaro untuk pengawas konsultan pengerjaan penimbunan taman dan pasar indralaya adalah CV.PSMS Consultan wong palembang Direkturnyo Marwah.ST.

Nak lebih jelas tanyo dengan atasan bae makmano kebijakannyo." Ungkap Destria pengawas dinas perumahan dan kawasan pemukiman".


Menurut salah satu warga indralaya saat dimintai komentarnya mengatakan munyi dulu nak dibungkar gale nak dibangun baru nah dak tau mak renovasi bae yang diluan cuma yang dibelakang dibangun baru bekas kebakaran itu.


Wang disuruh ngaleh gale didarattu ngalehlah kamu kelaut gale oiii alangke buyan kamu ngenol didarat ikak ihh cak ketakutan gale mantablah kamu ketakutan ji ku, sudah tujuh bulan mulai awal bulan november 2017 dak salah munyitu miliaran lebih gawe pasar laye ike tapi ape hasilnye masyarakat laye lah tau gale pasar ike asal jadi itu kami duge care kami wang buyan ike." Ungkapnya yang tidak mau disebut namanya". (Yd)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply