» » » » Plesteran Taman Kasar dan Videotron Sudah Rusak Dilingkungan DPRD OI

Sekwan DPRD Ogan Ilir
KRSumsel.com,-Pembangunan taman dilingkungan DPRD Kab.Ogan Ilir dengan menggunakan dana APBD OI terlihat agak janggal seperti plesteran menggunakan pasir yang sangat kasar yang tidak pantas untuk plesteran.

Termasuk pengadaan videoTron yang dipasang deket pintu masuk DPRD OI baru berapa bulan sudah rusak.


Menurut Sekwan DPRD OI Mursinah saat dikonfirmasi KRSumsel.com rabu(23/5) diruang kerjanya mengatakan, kalau untuk pembuatan taman saya tidak ingat semua seluruh kegiatan, coba nanti hubungi PPTKnya Abdulrahman dia lebih tahu dananya.


Ini menggunakan dana APBD OI dengan penunjukan langsung(PL)cuma dananya aku lupo. Saat ditanya kenapa plesterannya sangat kasar jawabnya itu belum selesai."ucapnya".


Lanjutnya mengatakan kalau masalah kegiatan aku sudah menyerahkan semua dengan PPTK semua, kalau soal anggaran aku dak inget semua kagek langsung tanya ke PPTK.


Kalau masalah VideoTron yang deket pos pol pp itu bukan kito pelaksananya, nah itu sempet miss komunikasi dengan kita yang jelas bukan kita."ucapnya".


Kalau yang deket pintu masuk kita ya beda dengan yang dekat pos pol pp itu, kita hanya satu titik saja. Itukan sudah saya omongkan kamini kan banyak peginyo itukan masih ado garansinyo, saya sudah panggil PPTKnyo minta hubungi penyedia tapi belum sempat.


Kalo masalah anggarannya tanyakan langsung dengan PPTKnyo bae. Saat ditanya sekwan tidak mengetahui dananya jawabnya jangan salah bukan tidak tahu aku cuma tidak mengingat semua seluruh anggaran.


Setiap dapat DPA kami bikin SK PPTK, sk pptk itu didampingi DPA masing masing yang nyusun anggaran kan Kabag Keuangan jadi aku dak inget persis. Langsung bae ke PPTKnyo Taufik lagi dinas luar jumat masuk."ungkap marsinah".


Sementara Lidikkrimsus RI Yongki saat dimintai komentarnya mengatakan terkait pembangunan taman dilingkungan DPRD OI dan Videotron yang belom lama terpasang sudah rusak tidak berfungsi, kalau untuk taman dana yang digunakan harus terbuka agar masyarakat mengetahui besar kecilnya dana APBD yang dipergunakan paling tidak papan nama proyek wajib dipasang walaupun itu penunjukan langsung(PL).


Lanjutnya, apapun bentuk bangunan sepengetahuan kami wajib ada IMB. Kalau menurut kami tidak ada manfaatnya langsung terhadap masyarakat pembuatan taman tersebut, karna masih banyak pembangunan yang menyentuh masyarakat langsung."ungkap yongki".(Yd)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply