» » » » Dinilai TIdak Netral TKS Disdukcapil Dipecat

KRSUMSEL.COM - Salah seorang tenaga kerja sukarela (TKS) yang bekerja di Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten OKI diberhentikan lantaran diduga tidak netral dalam pilkada OKI 2018.

Kepala Disdukcapil OKI, Cholid Hamdan, SE saat dikonfirmasi, kamis (24/5/2018) membenarkan, dirinya memang memberhentikan salah seorang TKS di jajarannya lantaran diduga tidak netral dan mendukung salah satu pasangan calon (paslon).

"Betul tapi bukan karena yang bersangkutan keponakan salah satu calon, tapi yang benar adalah yang bersangkutan telah melakukan tindakan kampanye di facebook mengarahkan utk memilih salah satu paslon dan menjelek-jelekan paslon yg lain." katanya.

Menurutnya hal ini jelas bertentangan dengan surat edaran Pemda OKI No. 800/074.2/BKD.IV/2018 bahwa seluruh ASN, honorer, TKS dan guru honor harus bersikap netral dlm pelaksanaan Pilkada.

"Jadi bukan karena hubungan kekerabatan lalu kita berhentikan, tetapi karena perbuatannya tidak bisa menjaga netralitas." katanya.

Menurut Cholid, yang bersangkutan sudah pernah panggil dan mengakui melakukan perbuatan tersebut.

Diketahui, sebuah buah akun facebook bernama Yusuf Indra, kamis (24/5/2018) memposting sebuah pernyataan bahwa dirinya adalah salah seorang Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di salah satu instansi di pemerintah Kabupaten OKI.

Namun yang bersangkutan dipecat sebagai TKS, menurutnya pemecatan tersebut dengan alasan yang tidak jelas dan tidak masuk akal, bisa jadi lantaran dirinya adalah salah seorang keluarga salah satu paslon cabup dan cawabup pilkada OKI 27 Juni 2018 mendatang.

Tidak hanya memposting pernyataan, akun tersebut juga memposting surat pemecatan sebagai Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dukcapil OKI) atas nama Yusuf Indra Purba A.Md tertanggal 24 Mei 2018 yang ditandatangani oleh Cholid Hamdan selaku kepala dinas. 

Dalam kesempatan tersebut pemilik akun juga berpendapat pemberhentian terhadap dirinya bisa jadi karena dirinya adalah keluarga dari salah satu Paslon yang dianggap tidak sejalan dengan mereka sedang memimpin. 

"Pesan saya kepada kalian keluarga Paslon 2 dan 3 berhati2lah, agar kalian tidak bernasib seperti saya.. tlg kiaranya kepada PLT bupati Muhamad Rifa'i di intruksikan jg agar tindakan tegas seperti ini jg berlaku kepada ASN yg tidak netral, jgn hanya berlaku kepada TKS seperti saya." tulisnya.

Postingan tersebut mendapat tanggapan beragam dari warganet lainnya.

Menanggapi hal tersebut Plt Bupati OKI HM Rifai SE mengaku belum mengetahui adanya hal tersebut, dan dirinya meminta semua pihak agar menyikapi hal seperti ini dengan baik serta mengingatkan untuk semua jajaran dalam lingkungan pemkab OKI baik PNS, Honorer maupun TKS dapat menjaga netralitas.(ata)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply