» » » » Diduga, Bupati OI Gunakan Fasilitas Negara Untuk Pribadi

KRSUMSEL.COM,- Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman kabupaten ogan ilir sabtu(19/5) jam 15.54 wib sibuk pembersihan dan memotongi pohon dengan menggunakan fasiilitas negara demi kepentingan pribadi Bupati OI untuk membenahi hotel indryasari yang belum lama dibelinya.


Ormas Generasi Penggerak Anak Bangsa DPD Sumsel Ketua Yongki Ariansyah saat dimintai komentar KRSUMSEL.COM selasa(22/5) mengatakan yang jelas pemerintah kabupaten ogan ilir khususnya tidak boleh semena mena memanfaatkan/menggunakan aset negara apapun bentuknya berupa barang maupun salah satu karyawan yang digaji oleh pemerintah dan beliau itu tidak seharusnya dipekerjakan secara pribadi demi kepentingan pribadi.


Menurut informasinya itu masalah pembersihan hotel indryasari yang belum lama dibeli bupati ogan ilir ilias panji alam, itukan milik pribadi bukan milik pemerintah/negara. 


Kalau emang pak bupati oi ingin membersikan hotelnya mbok yaaa ngupah orang secara pribadi jangan memanfaatkan aset negara fasilitas negara yang ada dipemerintah kabupaten ogan ilir jangan aji mumpunglah.

Lanjutnya mengatakan Kadin Perkim itu sangat melanggar aturan yang berlaku, karna fasilitas negara tidak diperbolehkan dipergunakan untuk kepentingan pribadi apalagi ini hotel milik pribadi walaupun hotel tersebut milik bupati ogan ilir, Kecuali hotel tersebut milik pemerintah kabupaten ogan ilir itu tidak masalah menggunakan fasilitas pemerintah.


Nah apalagi kegiatan pembersihan hotel indryasari tersebut disiarkan langsung melalui Facebook (FB) kesannya sangat lucu, jangan jangan mereka ini kongsi beli hotel itu dan secara tidak langsung beliau itu memberitahukan atau mempromosikan kepada hallayak didunia maya kalau hotel indryasari tersebut milik bupati ogan ilir ilias panji alam orang kaya dikabupaten ogan ilir." Ungkap yongki Ketua DPD Sumsel Ormas GPAB".(Yd)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply