» » » » Padat Lalu Lintas Pesawat Lion Air Tujuan Jogja Kembali Ke Jakarta

YOGYAKARTA - Dua dari 208 penumpang Lion Air membatalkan pemberangkatan menuju Jogjakarta, dikarenakan padatnya lalu lintas penerbangan (heavy traffic) di Jogja, sehingga pesawat yang sebelumnya  telah lepas landas terpaksa harus kembali mendarat di bandar udara keberangkatan Cengkareng (return to base/RTB).


Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro, kepada KRsumsel.com menjelasakan, Lion Air dan Wings Air member of Lion Air Group mengenai operasional pada 26 April 2018. Lion Air penerbangan JT 568 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten (CGK) tujuan Bandar Udara Internasional Adistujipto, Yogyakarta (JOG) dan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali (DPS) kembali mendarat di bandar udara keberangkatan Cengkareng (return to base/ RTB) dikarenakan padatnya lalu lintas penerbangan (heavy traffic) di Jogja.

Dijelaskannya, Untuk alasan keamanan, kenyamanan seluruh pelanggan dan kru, Lion Air telah berkoordinasi dan komunikasi dengan pengelola bandar udara, AirNav setempat dan pihak yang terlibat lainnya.

"Flight JT 568 memiliki jadwal keberangkatan pukul 19.00 WIB dari Cengkareng. Seluruh penumpang masuk ke pesawat (boarding) pada 18.45 WIB. Penerbangan mendapatkan informasi tentang kepadatan lalu lintas di Yogyakarta, sehingga harus menunggu izin untuk terbang. JT 568 lepas landas pada 21.20 WIB dan menginformasikan RTB pada 23.50 WIB. Pesawat mendarat di Soekarno-Hatta pada 24.35 WIB," jelas Danang.

Diberitahukannya, adapun Lion Air JT 568 menggunakan pesawat Boeing 737-900ER beregistrasi PK-LGJ, membawa tujuh kru dan 208 penumpang dewasa, tiga anak-anak dan lima bayi. Penerbangan ini mengalami penundaan (postpone), dikarenakan jam waktu operasi airport di Jogja hingga pukul 01.00 WIB.

Lion Air telah menginformasikan dengan jelas kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak. Seluruh penumpang sudah mendapatkan pelayanan terbaik selama di ruang tunggu keberangkatan (boarding room) di bandar udara. Dari kejadian ini, Lion Air akan meminimalisir dampak yang timbul, sehingga jaringan berikutnya tidak terganggu.

Lion Air memberikan layanan kepada penumpang yang terkena dampak, berupa minuman dan makanan ringan (snack box) dan makanan berat (heavy meals). Dari seluruh penumpang JT 568, dua pelanggan memutuskan untuk melakukan pembatalan (cancel), dan Lion Air memfasilitasinya.

Lion Air telah menerbangkan kembali 206 penumpang dewasa, tiga anak-anak dan lima bayi, dengan jadwal keberangkatan terbaru bernomor JT 568P pada 27 April 2018 pukul 04.00 WIB. Pesawat sudah mendarat pada 05.05 WIB.


Penerbangan Tujuan Bali dan Surabaya Sudah Diberangkatkan

Lion Air bernomor JT 568P yang mengalami penundaan terbang dari Yogyakarta tujuan Bali yang seharusnya mengudara pada 20.50 WIB 26 April 2018. Penerbangan ini akan membawa 212 penumpang dewasa, tiga anak-anak dan tiga bayi.


Lion Air telah memberikan keterangan dari kondisi tersebut kepada penumpang yang terganggu penerbangannya dan memperbarui sesuai perkembangan.


Lion Air memberikan kompensasi sesuai PM 89/ 2015 untuk pelanggan berupa minuman dan makanan ringan, minuman dan makanan berat, biaya ganti rugi untuk setiap penumpang yang terdampak yaitu Rp 300.000 dan fasilitas akomodasi/ hotel. Bagi pelanggan yang tidak bermalam di hotel, Lion Air menyediakan biaya transportasi Rp. 150.000.


Lion Air juga memfasilitasi permintaan pelanggan JT 568 di Yogyakarta. Dari 212 pelanggan, terdapat satu penumpang melakukan pengembalian dana (refund), sembilan penumpang untuk perubahan jadwal (reschedule) dan empat penumpang dipindahkan ke penerbangan maskapai lain.


Pelanggan yang berjumlah 198 orang telah diterbangkan kembali pada 27 April 2018 bernomor JT 568P. Layanan ini menggunakan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LGJ, jadwal terbaru keberangkatan pukul 07.40 WIB dan tiba di Denpasar pada 08.20 WITA.


Wings Air dari Yogyakarta menuju Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur (SUB) bernomor IW 1842 juga mengalami postponed. Penerbangan ini akan mengangkut 21 penumpang dan empat kru.


Wings Air juga memberikan kompensasi kepada seluruh pelanggan, sesuai PM 89/ 2015 untuk pelanggan berupa minuman dan makanan ringan, minuman dan makanan berat serta fasilitas akomodasi/ hotel. Bagi pelanggan yang tidak mengambil layanan di hotel, Lion Air menyediakan biaya transportasi Rp. 150.000.


Dari 21 penumpang, delapan orang menyesuaikan jadwal terbang dan empat orang melakukan pengembalian dana. Wings Air telah menerbangkan tujuh penumpang menggunakan ATR 72-600 registrasi PK-WHI pada jadwal keberangkatan terbaru 27 April 2018 bernomor IW 1842P pukul 10.19 WIB.


Lion Air dan Wings Air mohon maaf kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak atas hal tersebut. Lion Air dan Wings Air berkomitmen dalam memenuhi serta menjalankan seluruh aturan yang telah ditetapkan, demi menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan.


Melalui kesempatan ini, Lion Air Group menghimbau kepada media, pelanggan dan masyarakat, untuk mengetahui perkembangan berikutnya hanya mengacu pada informasi yang diberikan secara resmi oleh Lion Air dan Wings Air. (****)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di krsumsel.com.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply