» » » » Tumpukan Sampah Pasar Pendopo Menggunung

PALI, Krsumsel.com - Pemandang tidak elok serta bau tidak sedap langsung tercium oleh para pengunjung pasar inpres Pendopo kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

Pasalnya, tumpukan sampah yang ada disana sudah menggunung. Akibatnya, bau busuk pun langsung menyengat di hidung para pengunjung pasar. Tidak hanya itu, akibat sampah yang menggunung tersebut, menyebabkan lalu lintas di pasar menjadi terganggung. Dikarenakan tumpukan sampah sudah memakan setengah badan jalan pasar inpres.

Pantauan media ini, para pengunjung langsung menutup hidungnya ketika melintasi pasar. Hal itu disebabkan bau busuk dari tumpukan semakin menyengat ditambah hujan yang turun beberapa hari ini menambah busuk bau sampah.

Nurlela (51) pengunjung pasar inpres pendopo saat dijumpai di pasar merasa tidak nyaman dengan tumpukan sampah yang menggunung itu.

"Sudah lima hari dek sampah itu dibiarkan, belum diambil samo petugasnyo. Dak tahu kami alasannyo apo. Yang pasti kami meraso terganggu dan tidak nyaman dengan tumpukan sampah itu," ucap ibu tiga orang anak ini ketika dijumpai di lokasi, Jumat (7/7).

Bahkan, akibat sampah yang sudah menggunung tersebut, ada satu dua pedagang sayur yang tidak berjualan lantaran lapak atau los tempatnya berjualan ditutupi tumpukan sampah.

"Nahhh, toko sayur di deket itu laju idak bejualan akibat tumpukan sampah yang sudah nutupi tempatnyo jualan. Kami harap, pemerintah segera ambil tindakan. Kareno, kami pengunjung bae idak tahan, apolagi para pedagang yang sepanjang hari di pasar. Pasti idak tahan dan terpakso hirup bau busuk dan memandang sampah yang menggunung," tutupnya.

Ditambahkan oleh Ros, salah satu pedagang makanan di pasar inpres Pendopo. Dia mengaku sangat resah dengan tumpukan sampah itu.
"Wong yang nak beli makan di tempat aku laju sedikit akibat bau busuk sampah. Apolagi tumpukan sampah itu depan nian dengan tempat aku jualan," gerutunya. (Hb)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di Serumpun Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply