» » » » » Rekontruksi pembunuhan tunangannya sendiri

Palembang, Krsumsel - Rekontruksi pembunuhan terhadap Chatarina Wiedjawati alias Wiwid (30), yang dilakukan Asmoro Martinus (32) merupakan tunangannya sendiri. Dalam adegan rekontruksi tersebut diperagakan sebanyak 20 adegan rekontruksi, serta disaksikan oleh perwakilan Kejaksaan Negeri Palembang, pengacara korban dan tersangka serta warga sekitar, di beberapa tempat yakni, di Hotel, tempat membuang jenazah. Dengan diwarnai isap tangis dari kedua orang tua korban.

Ibu korban Wiwid, Elisabeth Triswarni (51) berharap tersangka (Asworo, red) mendapatkan hukuman mati.

"Saya berharap pelaku ini dapat dihukum seberat-beratnya, yakni hukuman mati," katanya, sambil tersedu-sedu menangis setelah melihat betapa kejamnya pembunuhan tersebut.

Menurutnya, setelah dilakukan rekontruksi ini terlihat jelas bahwa pelaku ini membunuh anaknya secara berencana. Terlihat dari mulai pelaku menjemput hingga mengakhiri nyawa Wiwit.

"Saya tak terima anak saya dibunuh dengan kejamnya seperti ini," ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Erlintang Jaya mengatakan, pihaknya kali ini mengadakan rekontruksi pembunuhan Wiwit dengan total 20 adegan. Dari mulai penjemputan korban di salah satu hotel di jalan Angkatan 45, hingga mengeksekusi Wiwit di dalam mobil dan diakhiri dengan membuang barang bukti berupa pakaian korban di daerah Kenten Laut. Kemudian tersangka pulang ke kosannya untuk selanjutnya melarikan diri ke Lampung.

"Jadi rekonstruksi ini untuk menyempurnakan berkas. Ada 20 adegan," katanya, di sela-sela proses rekonstruksi, Rabu (12/7).

Ia menjelaskan, adegan pertama dimulai saat Asworo dari kontrakannya hendak menjemput Wiwit di hotel, dengan alibi hendak meneruskan rencana mereka berdua untuk pergi ke Yogyakarta. Namun bukannya lewat jalan protokol, Asworo malah lewat jalan pintas dari Sekip menuju ke Kenten dan tembus ke jalan Nurdin Panji menuju Bandara SMB II.

Saat di Jalan Nurdin Panji itu, mobil sewaan yang dikemudikan Asworo dibelokan ke Jalan Sungai Sedapat dan berhenti di pinggir jalan. Di lokasi sepi Wiwit tiba-tiba dipukul berkali-kali di bagian wajahnya. Saat korban lemas, Asworo kemudian menarik ke kursi belakang sebelah kiri, lalu dipukul lagi hingga tidak sadarkan diri. 

Di adegan 15 ini, Asworo yang memang niat awal ingin menghabisi nyawa Wiwit lantas mengambil kunci setir di bawah jok dan dipukulkan lagi di muka korban beberapa kali.

"Perkiraan kita korban sudah meninggal di adegan ini, terlihat darah sudah berlumuran di dalam mobil. Kepala korban pecah akibat hantaman benda tumpul," ujarnya.

Setelah itu, di adegan 16 Asworo kembali melajukan mobilnya dan sekitar 100 meter dari tempat eksekusi ada lorong dan diarahkan ke sana. Tak jauh, Asworo menghentikan mobilnya dan menurunkan Wiwit dengan cara di gendong dan diletakkan di semak-semak belukar sekitar 4 meter dari lorong tersebut. Adegan berakhir saat Asworo membuang barang bukti pakaian korban di daerah Kenten Laut, kemudian tersangka pulang ke kosannya untuk selanjutnya melarikan diri ke Lampung.

Ia menambahkan, atas perbuatan tersangka ini, dikatakan Erlintang, pihaknya akan menjerat Asworo dengan tiga pasal sekaligus, Pasal 338, 340, 365, tentang pembunuhan berencana.

"Ancamannya 20 tahun atau seumur hidup," tegasnya.

Perlu diketahui, Martinus Asworo (33) tersangka utama pembunuh Chatarina Wiedjawati alias Wiwid (30), yang merupakan tunangannya, dengan kunci pengaman setir yang dipukulkan puluhan kali diwajahnya, lalu korban langsung ditinggalkan disemak-semak pohon Jalan Sei Sedapat 1, Lorong Setia Bakti 1, Kelurahan Suka Jaya Kecamatan Sukarami Palembang. (HAY)

About Redaksi KR Sumsel

Terimakasih telah berkunjung di Serumpun Radio.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply